Hari Buruh di Monako
Hari Buruh, atau Fête du Travail, merupakan hari libur umum di Monako pada 1 Mei. Hukum Monako menetapkan hari ini sebagai hari libur berbayar bagi karyawan dan mengatur ketentuan jika 1 Mei jatuh pada hari Minggu.[1][2]
Hari libur resmi di Monako
Undang-Undang Monako No. 798 mencantumkan 1 Mei sebagai salah satu hari libur umum resmi Kepangeranan. Undang-undang tersebut menetapkan bahwa jika 1 Mei jatuh pada hari Minggu, hari Senin berikutnya juga menjadi hari libur umum resmi. Aturan hari Minggu ini juga berlaku untuk beberapa hari raya lain yang disebutkan dalam undang-undang.[1]
Undang-Undang No. 800 menetapkan ketentuan kerja dan upah untuk hari libur resmi. Undang-undang tersebut umumnya mewajibkan hari raya yang disebutkan dalam Undang-Undang No. 798 menjadi hari libur tidak bekerja dan berbayar bagi semua karyawan, apa pun metode pengupahannya. Jaminan berdasarkan undang-undang ini merupakan ciri khas Hari Buruh yang paling jelas di Monako; undang-undang tidak menjelaskan upacara setempat atau kebiasaan daerah khusus untuk hari ini.[2]
Makna dan latar belakang internasional
Di Monako, nama resmi hari libur ini mengaitkannya dengan pekerjaan, sementara hukum ketenagakerjaan memberi makna praktis bagi para pekerja: waktu libur dengan tetap menerima upah.
Secara lebih luas, Organisasi Perburuhan Internasional mengakui 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, yang dikaitkan dengan perjuangan pekerja mengenai jam kerja dan solidaritas. ILO juga menjelaskan bahwa tuntutan utama gerakan serikat pekerja internasional sebelum Perang Dunia Pertama adalah hari kerja delapan jam; pada 1919, konvensi perburuhan internasional pertama ILO mengatur jam kerja di industri.[3]
Pekerjaan dan perencanaan praktis
Aturan umum tentang hari libur memiliki pengecualian: Undang-Undang No. 800 mengatur pekerjaan di tempat usaha dan layanan yang kegiatannya tidak dapat dihentikan. Selain upah untuk pekerjaan tersebut, karyawan yang bekerja berdasarkan ketentuan itu berhak atas pembayaran dengan jumlah yang sama atau istirahat pengganti berbayar. Undang-undang juga mengizinkan inspektur ketenagakerjaan memberikan pengecualian tertentu atas permintaan pemberi kerja setelah berkonsultasi dengan perwakilan staf atau, jika tidak ada, para pekerja yang bersangkutan.[2]
Pengunjung sebaiknya menanyakan langsung kepada masing-masing usaha dan operator transportasi mengenai pengaturan Hari Buruh; secara hukum, sejumlah layanan dapat tetap beroperasi berdasarkan aturan untuk pekerjaan yang tidak dapat dihentikan.[2]
Tanya jawab tentang Hari Buruh di Monako
Kapan Hari Buruh di Monako?
Hari Buruh jatuh pada 1 Mei setiap tahun. Jika 1 Mei jatuh pada hari Minggu, hari Senin berikutnya menjadi hari libur umum resmi.[1]
Apakah Hari Buruh merupakan hari libur berbayar?
Undang-undang umumnya menetapkan hari libur umum resmi Monako sebagai hari libur kerja berbayar bagi semua karyawan, apa pun metode pengupahannya. Pengecualian berlaku untuk pekerjaan tertentu yang tidak dapat dihentikan.[2]
Apakah orang dapat diwajibkan bekerja pada hari itu?
Sejumlah pekerjaan dapat tetap berlangsung jika sifat tempat usaha atau layanan membuatnya tidak dapat dihentikan. Undang-undang memberikan hak kepada karyawan yang memenuhi syarat untuk menerima pembayaran tambahan sebesar upah pekerjaan mereka atau istirahat pengganti berbayar.[2]
Apakah toko dan transportasi umum beroperasi?
Tanyakan kepada usaha atau operator terkait; undang-undang mengizinkan sejumlah layanan tetap bekerja dalam kondisi tertentu.[2]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Buruh di Monako:
- Loi n° 798 du 18 février 1966 portant fixation des jours fériés légaux- Legimonaco, Government of Monaco
- Loi n° 800 du 18 février 1966 régissant la rémunération et les conditions de travail relatives aux jours fériés légaux- Legimonaco, Government of Monaco
- Convention No 1: A landmark for Workers’ Rights- International Labour Organization