Tahun Baru Imlek di Suriname
Tahun Baru Imlek merupakan hari istirahat nasional di seluruh Suriname yang diakui oleh undang-undang bersama perayaan keagamaan dan kenegaraan lainnya. Kedudukannya dalam kalender mengikuti kalender Tionghoa, sedangkan keberadaannya di Suriname menghubungkan perayaan budaya Tionghoa dengan komunitas Tionghoa yang telah lama menetap dan masyarakat multikultural yang lebih luas.[1][2]
Hari istirahat nasional
Dekrit Negara Suriname tahun 2021 yang mengubah Dekrit Hari Istirahat mencantumkan Tahun Baru Imlek sebagai salah satu dari 15 hari istirahat nasional di seluruh negeri. Hari ini dikelompokkan bersama hari-hari lain yang ditetapkan setara dengan hari Minggu menurut Undang-Undang Istirahat Hari Minggu, dengan akibat dan ketentuan hukum terkait. Rumusan dekrit menetapkan status nasional; hari libur ini tidak terbatas bagi orang keturunan Tionghoa.[1]
Dekrit tersebut menyebut Tahun Baru Imlek sebagai tanggal yang berubah-ubah. Dekrit itu tidak menetapkan aturan hari pengganti jika tanggalnya jatuh pada hari Minggu atau menjelaskan penerapan upah dan pengaturan di tempat kerja. Tanyakan kepada pemberi kerja atau penyedia layanan mengenai pengaturan yang berdampak pada Anda.[1]
Warisan Tionghoa di Suriname
Tahun Baru Imlek juga disebut Festival Musim Semi. UNESCO menjelaskan bahwa perayaan ini menandai awal tahun baru dalam kalender Tionghoa dan dikaitkan dengan waktu berkumpulnya keluarga serta kehidupan masyarakat.[4]
Pernyataan Presiden Suriname menyebut kedatangan orang Tionghoa pertama pada 1853 dan mengakui kontribusi komunitas Tionghoa terhadap masyarakat Suriname. Arsip Nasional mendokumentasikan migrasi pekerja kontrak Tionghoa dan kaitannya dengan kerja perkebunan pada abad kesembilan belas.[2][3]
Perayaan dan acara masyarakat
Sumber resmi Suriname menggambarkan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan yang juga diikuti masyarakat luas. Pada acara Festival Musim Semi di Paramaribo pada 2023, perkumpulan Tionghoa menampilkan nyanyian dan tarian, dan para perwakilan menyebut perayaan itu sebagai acara bagi seluruh masyarakat Suriname.[2]
Laporan pemerintah terpisah mengenai kegiatan warisan Tionghoa menggambarkan pertunjukan budaya dan penampilan yang melibatkan perkumpulan Tionghoa dalam acara peringatan di beberapa distrik.[5]
Pekerjaan, toko, dan perjalanan
Tahun Baru Imlek merupakan hari istirahat nasional di seluruh Suriname dan diperlakukan setara dengan hari Minggu berdasarkan dekrit yang dikutip.[1]
Tanyakan langsung kepada tempat kerja, bank, usaha, atau operator transportasi terkait mengenai jam operasionalnya pada hari libur.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Tahun Baru Imlek merupakan hari libur di Suriname?
Ya. Hari ini tercantum sebagai hari istirahat nasional di seluruh Suriname dan diperlakukan setara dengan hari Minggu berdasarkan Dekrit Hari Istirahat.[1]
Kapan Tahun Baru Imlek?
Apakah semua pekerja otomatis mendapat cuti berbayar?
Dekrit tersebut menetapkan hari istirahat nasional, tetapi tidak menjelaskan hak upah setiap pekerja atau pengaturan di tempat kerja. Tanyakan kepada pemberi kerja bagaimana aturan itu berlaku bagi pekerjaan Anda.[1]
Apa yang buka pada hari itu?
Hubungi kantor, bank, toko, atau layanan transportasi yang hendak Anda gunakan untuk memastikan jadwalnya.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Tahun Baru Imlek di Suriname:
- Staatsbesluit van 19 februari 2021, houdende nadere wijziging van het “Besluit Rustdagen 1971” (G.B. 1971 no. 77, zoals laatstelijk gewijzigd bij S.B. 2016 no. 14).- Overheid van de Republiek Suriname
- President Santokhi roemt waardevolle bijdrage Chinezen aan ontwikkeling Suriname- Overheid van de Republiek Suriname
- Chinese contractarbeiders in Suriname 1858-1874- Nationaal Archief
- Spring festival, social practices of the Chinese people in celebration of traditional new year- UNESCO Intangible Cultural Heritage
- Uiteenzetting feestprogramma 170 jaar vestiging Chinezen in Suriname- Overheid van de Republiek Suriname