Hari libur nasional di Suriname

Idulfitri (Eid al-Fitr) di Suriname

Idulfitri (Eid al-Fitr) tercantum sebagai hari libur nasional di Suriname. Gunakan tanggal di bawah ini untuk merencanakan ke depan dan memeriksa apakah hari libur pengganti berlaku.

Kemunculan berikutnya

Selasa

Google Kalender

Tanggal Idulfitri (Eid al-Fitr)

5
TanggalHariHari pengganti
JumatTidak
SelasaTidak
SabtuTidak
RabuTidak
SeninTidak

Idulfitri (Eid al-Fitr) di Suriname

Di Suriname, Idulfitri merupakan hari libur nasional yang menandai berakhirnya Ramadan. Sumber pemerintah mendokumentasikan salat Id berjemaah dan menggambarkan hari raya ini sebagai bagian dari kehidupan publik bersama di negara tersebut.[1][3]

Makna dan waktu perayaan

Idulfitri menandai berakhirnya Ramadan, bulan puasa umat Islam. Hari raya ini jatuh pada hari pertama Syawal dalam kalender Islam, sehingga tanggalnya bergeser dalam kalender Gregorian; materi pendidikan Suriname menyebut bahwa tanggal Islam mengikuti perhitungan kalender yang berbeda.[2]

Hari libur umum di Suriname

Besluit Vrije Dagen Suriname tahun 1971 menyebut Id-ul-Fitr sebagai salah satu hari umat Islam yang diperlakukan setara dengan hari Minggu. Materi pendidikan pemerintah juga mengidentifikasi Idulfitri sebagai hari libur nasional.[1][2]

Menurut materi pendidikan pemerintah yang sama, hari raya ini juga dikenal sebagai bodo di kalangan masyarakat Jawa di Suriname. Nama lokal tersebut mencerminkan salah satu konteks budaya Idulfitri di negara itu; nama itu tidak berarti bahwa semua komunitas Muslim menggunakan nama yang sama atau merayakan hari tersebut dengan cara yang identik.[2]

Salat dan perayaan umum

Salat berjemaah merupakan bagian Idulfitri di Suriname yang terdokumentasi. Laporan pemerintah menggambarkan salat Id di Onafhankelijkheidsplein, Paramaribo, dan di sebuah masjid di kota tersebut, dengan pejabat publik yang turut serta atau hadir. Laporan dari sebuah masjid setempat menggambarkan salat Id khusus, pidato, dan kegiatan berkumpul bersama sebagai bagian dari perayaan.[3][4]

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa perayaan meluas ke luar komunitas Muslim: satu laporan pemerintah menggambarkan warga pemeluk agama lain yang menghadiri acara di masjid dan makan bersama. Contoh-contoh ini berasal dari acara setempat tertentu, sehingga tidak membuktikan bahwa setiap komunitas menyelenggarakan program yang sama atau bahwa kebiasaannya seragam di seluruh negeri.[4]

Merencanakan kegiatan hari itu

Sebelum berangkat, periksa jam buka kantor pemerintah dan bank.[1][2]

Periksa kalender yang diterbitkan untuk mengetahui tanggal perayaan yang berlaku.[2]

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Idulfitri merupakan hari libur umum di Suriname?

Ya. Dekrit pemerintah tahun 1971 mencantumkan Id-ul-Fitr sebagai salah satu hari yang diperlakukan setara dengan hari Minggu, dan materi pendidikan pemerintah menyebutnya sebagai hari libur nasional.[1][2]

Kapan Idulfitri jatuh?

Idulfitri jatuh pada hari pertama Syawal dalam kalender Islam. Tanggal Gregorian-nya berubah dari tahun ke tahun.[2]

Apa sebutan Idulfitri di kalangan masyarakat Jawa di Suriname?

Materi pendidikan pemerintah mencatat bodo sebagai nama yang digunakan di kalangan masyarakat Jawa. Penggunaannya dapat berbeda antarkomunitas.[2]

Layanan apa yang mungkin buka bagi pengunjung?

Sebelum berangkat, periksa jam buka kantor pemerintah dan bank.[1][2]

Sumber dan referensi

Sumber yang digunakan untuk Idulfitri (Eid al-Fitr) di Suriname:

  1. Arbeidswet- Overheid van de Republiek Suriname
  2. Lezen doet je goed: A, B en C leerjaar 6 — leerkrachtenhandleiding- Overheid van de Republiek Suriname
  3. Bronto Somohardjo: ‘’Eid-ul-Fitr viering maand van Dankbaarheid’’- Overheid van de Republiek Suriname
  4. President Santokhi roept op tot vrede en respect tijdens Ied Ul Fitre- Overheid van de Republiek Suriname
Lihat semua hari libur nasional di Suriname