Iduladha (Eid al-Adha) di Suriname
Suriname mengakui Iduladha, yang juga disebut Ied-Ul-Adha, sebagai hari istirahat nasional. Hari raya ini memadukan salat dan kurban umat Islam dengan penekanan publik pada solidaritas dan berbagi di seluruh negeri.[1][2]
Makna dan kedudukannya di Suriname
Iduladha memperingati kesediaan Ibrahim untuk berkurban sebagai bentuk kepatuhan kepada Tuhan. Pemerintah Suriname juga menggambarkan hari raya ini sebagai pengingat akan pengorbanan dan kesempatan untuk mempererat hubungan di antara berbagai komunitas di negara itu.[2]
Kedudukan hari raya ini di Suriname tercermin dalam hukum dan kehidupan publik. Dekrit negara tahun 2021 mencantumkan Ied Ul Adha sebagai salah satu hari istirahat nasional di seluruh negeri dan menyetarakannya dengan hari Minggu berdasarkan aturan istirahat hari Minggu.[1]
Salat, kurban, dan berbagi
Salat berjemaah merupakan bagian dari perayaan umum. Pemerintah Suriname pernah melaporkan salat Id di Lapangan Kemerdekaan, Paramaribo, tempat perwakilan pemerintah juga menyampaikan sambutan kepada para peserta.[2]
Kurban juga terlihat dari pembagian daging. Laporan pemerintah menggambarkan daging dari kurban Iduladha yang dibagikan kepada rumah tangga yang membutuhkan, menghubungkan ibadah keagamaan dengan dukungan pangan dan hubungan masyarakat.[2] Kementerian pemerintah yang menangani peternakan menyatakan bahwa penyembelihan sapi untuk hari raya ini tunduk pada pemeriksaan daging dan persyaratan keamanan pangan.[3]
Menentukan tanggal
Tanggal Ied Ul Adha ditetapkan setiap tahun. Kementerian Dalam Negeri Suriname berkonsultasi dengan organisasi Muslim saat menentukan tanggal perayaan nasional; pada salah satu tahun yang dilaporkan, berbagai organisasi merayakan hari raya ini pada hari yang berbeda.[3] Periksa kalender hari libur resmi untuk mengetahui tanggalnya setiap tahun.
Hal yang perlu diketahui untuk mengatur kegiatan
Karena Iduladha merupakan hari istirahat nasional, jam layanan dan usaha mungkin berbeda dari hari biasa. Tanyakan langsung kepada tempat yang hendak Anda kunjungi, terutama jika Anda membutuhkan layanan dengan jadwal tertentu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Iduladha merupakan hari libur umum di Suriname?
Ya. Dekrit negara mencantumkan Ied Ul Adha sebagai salah satu hari istirahat nasional Suriname dan menyetarakan hari-hari tersebut dengan hari Minggu menurut aturan istirahat hari Minggu.[1]
Bagaimana tanggal perayaan ditentukan?
Tanggal Gregorian-nya berubah. Kementerian Dalam Negeri Suriname pernah melaporkan konsultasi dengan organisasi Muslim saat menentukan tanggal perayaan nasional, dan sebagian komunitas mungkin merayakannya pada hari yang berbeda.[3]
Apa yang dilakukan saat Iduladha di Suriname?
Perayaan mencakup salat berjemaah, kurban, dan pembagian daging kepada keluarga yang membutuhkan. Laporan pemerintah mendokumentasikan kegiatan salat umum di Lapangan Kemerdekaan, Paramaribo.[2]
Apakah bank, toko, dan layanan transportasi buka?
Hari raya ini merupakan hari istirahat nasional. Sebelum bepergian, tanyakan langsung kepada layanan atau usaha terkait.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Iduladha (Eid al-Adha) di Suriname:
- Staatsbesluit van 19 februari 2021, houdende nadere wijziging van het “Besluit Rustdagen 1971” (G.B. 1971 no. 77, zoals laatstelijk gewijzigd bij S.B. 2016 no. 14)- Overheid van de Republiek Suriname
- VP Brunswijk: Ied-ul-Adha feest versterkt natievorming- Overheid van de Republiek Suriname
- LVV-keurmeesters gegarandeerd bij Ied Ul Adha offerfeest- Overheid van de Republiek Suriname