Tahun Baru Imlek di Singapura
Tahun Baru Imlek merupakan hari libur umum selama dua hari di Singapura dan festival besar bagi komunitas Tionghoa setempat. Keluarga merayakannya dengan makan bersama, kunjungan, dan hidangan pembawa keberuntungan, sementara perayaan umum seperti Chingay mempertemukan berbagai komunitas di seluruh pulau.[1][3][5]
Tanggal yang berubah dan dua hari libur umum
Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama tahun kalender Tionghoa, sehingga tanggal Gregorianya berubah setiap tahun. Holidays Act Singapura menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur umum selama dua hari. Karyawan yang tercakup dalam Employment Act berhak atas 11 hari libur umum berbayar setiap tahun, termasuk kedua hari Tahun Baru Imlek.[1][2]
Pengaturan hari libur bergantung pada jadwal kerja karyawan. Jika hari libur umum jatuh pada hari istirahat, hari kerja berikutnya menjadi hari libur berbayar; jika jatuh pada hari nonkerja, karyawan berhak atas satu hari libur pengganti atau gaji tambahan sehari. Karyawan yang bekerja pada hari libur umum umumnya berhak atas bayaran tambahan, meskipun pemberi kerja dan karyawan dapat menyepakati hari libur pengganti.[2]
Reuni keluarga dan kunjungan perayaan
Bagi banyak keluarga Tionghoa di Singapura, makan malam reuni pada malam Tahun Baru Imlek merupakan acara penting. Keluarga besar berkumpul untuk makan bersama dan menyambut tahun baru. Selama liburan, orang mengunjungi kerabat dan teman, bertukar ucapan serta hadiah, dan memberikan angpao. Saat berkunjung, lazim membawa sepasang jeruk mandarin dan menerima sepasang sebagai balasan; pertukaran ini dikaitkan dengan harapan akan keberuntungan.[3]
Yusheng dan lo hei
Hal yang lazim terlihat dalam pertemuan keluarga, di tempat kerja, dan di restoran di Singapura adalah lo hei: para peserta berdiri mengelilingi sepiring yusheng, menambahkan bahan-bahan sambil mengucapkan ungkapan penuh harapan baik, lalu melambungkan bahan-bahannya bersama-sama. Nama hidangan ini menghubungkan ikan dan kehidupan dengan kelimpahan serta pertumbuhan; gerakan mengaduk bersama-sama mengungkapkan harapan akan keberuntungan dan kebersamaan. Orang dari berbagai latar belakang dapat ikut serta, dan praktik ini juga dilakukan di Malaysia.[4]
Chingay dan pengaturan sehari-hari
Parade Chingay Singapura berkembang dari arak-arakan yang terkait dengan Tahun Baru Imlek menjadi acara multikultural yang melibatkan para penampil dan kelompok masyarakat. Parade modern pertamanya berlangsung pada 1973, setelah petasan dilarang dan pemerintah mencari cara lain untuk menciptakan kemeriahan. Parade biasanya diadakan pada minggu kedua Tahun Baru Imlek, dan pertunjukannya mencerminkan keberagaman komunitas Singapura.[5]
Status hari libur umum tidak menjamin bahwa setiap tempat kerja atau usaha tutup. Pusat layanan Revenue House tutup pada hari libur umum. Toko, tempat makan, dan layanan lain dapat menetapkan jam operasional sendiri, jadi pengunjung sebaiknya memeriksanya langsung sebelum membuat rencana.[2][6]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Tahun Baru Imlek merupakan hari libur umum di Singapura?
Apakah karyawan selalu mendapat hari libur yang sama?
Tidak. Jika hari libur jatuh pada hari istirahat, hari kerja berikutnya menjadi hari libur berbayar; jika jatuh pada hari nonkerja, haknya berupa satu hari libur pengganti atau gaji tambahan. Karyawan yang bekerja pada hari libur umum dapat menerima bayaran tambahan atau, berdasarkan kesepakatan, waktu libur pengganti.[2]
Apa itu lo hei?
Lo hei adalah kegiatan mengaduk yusheng bersama-sama, yaitu hidangan ikan, sayuran, dan bumbu. Para pengunjung menambahkan bahan sambil mengucapkan ungkapan penuh harapan baik, lalu mengaduk hidangan bersama-sama sebagai doa untuk kelimpahan dan keberuntungan.[4]
Apa yang buka selama liburan?
Jam buka berbeda-beda. Sebagian layanan tutup pada hari libur umum; misalnya, IRAS menyatakan bahwa pusat layanan Revenue House tutup pada hari-hari tersebut. Periksa jam buka toko, restoran, atau layanan tertentu yang akan Anda kunjungi.[6]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Tahun Baru Imlek di Singapura:
- Holidays Act 1998- Singapore Statutes Online, Attorney-General’s Chambers
- Public holidays: entitlement and pay- Ministry of Manpower Singapore
- Chinese New Year- National Heritage Board Singapore
- Yusheng and Lo Hei- National Heritage Board Singapore
- Chingay- National Heritage Board Singapore
- IRAS | Locate Us- Inland Revenue Authority of Singapore