Hari Raya Haji di Singapura
Hari Raya Haji, yang juga disebut Aidiladha atau Iduladha, jatuh pada hari kesepuluh Zulhijah dan menandai berakhirnya ibadah haji. Di Singapura, hari ini merupakan hari libur umum dan dirayakan umat Islam dengan salat, korban, serta kunjungan kepada keluarga dan teman.[1]
Makna dan kedudukannya di Singapura
Hari Raya Haji merupakan salah satu dari dua hari raya besar umat Islam yang diakui sebagai hari libur umum di Singapura. Hari raya ini mengenang kesediaan Nabi Ibrahim menaati Allah dan mengorbankan putranya, Ismail; dalam kisah yang dijelaskan National Heritage Board Singapura, Allah turun tangan dan seekor domba dikorbankan sebagai pengganti Ismail.[1]
Tanggalnya mengikuti kalender Islam, sehingga tanggal Gregoriannya berubah setiap tahun. Hari kesepuluh Zulhijah juga dikaitkan dengan berakhirnya ibadah haji, yaitu ziarah ke Mekah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dilakukan setidaknya sekali jika mampu.[1]
Hari libur umum dan hak di tempat kerja
Ministry of Manpower Singapura mencantumkan Hari Raya Haji sebagai salah satu dari 11 hari libur umum resmi di negara itu. Karyawan yang tercakup dalam Employment Act berhak atas hari libur umum berbayar; orang yang diwajibkan bekerja pada hari tersebut umumnya berhak atas gaji tambahan sehari, dengan alternatif yang tersedia berdasarkan kesepakatan bersama.[2]
Hari libur bergantung pada pengaturan kerja karyawan. Jika hari raya jatuh pada hari istirahat, hari kerja berikutnya menjadi hari libur umum berbayar; jika jatuh pada hari nonkerja, karyawan yang memenuhi syarat berhak atas satu hari libur pengganti atau bayaran tambahan. Karyawan yang tidak tercakup dalam undang-undang tersebut mengikuti kontrak kerja mereka.[2]
Salat, korban, dan kunjungan keluarga
Di Singapura, salat dan ritual Hari Raya Haji berlangsung di masjid. Jemaah mengikuti salat sebelum korban, yaitu ritual penyembelihan hewan ternak. Karena masyarakat setempat tidak memiliki ternak di lingkungan perkotaan Singapura, korban dilakukan di masjid setempat dengan menggunakan ternak impor; sebagian umat Islam mengatur korban di luar negeri atau menyumbangkan ternak kepada orang yang membutuhkan di luar negeri.[1]
National Heritage Board menjelaskan bahwa dagingnya dibagikan: sepertiga diberikan kepada orang yang membutuhkan, sementara sisanya disimpan oleh pembeli dan dibagikan kepada teman serta keluarga. Umat Islam juga dapat mengunjungi kerabat dan teman pada hari itu. Praktik-praktik ini menghubungkan perayaan dengan pengorbanan, berbagi, dan kepedulian terhadap sesama.[1]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Hari Raya Haji merupakan perayaan keagamaan sekaligus hari libur umum resmi. Sebelum pergi, periksa jam buka bank, toko, atau restoran; tanyakan layanan transportasi kepada operator; dan hubungi masjid terkait untuk mengetahui pengaturan salat.[1][2]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Hari Raya Haji merupakan hari libur umum di Singapura?
Kapan Hari Raya Haji jatuh?
Hari Raya Haji jatuh pada hari kesepuluh Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender Islam. Tanggal padanannya dalam kalender Gregorian berubah setiap tahun.[1]
Apa yang terjadi jika hari raya jatuh pada hari istirahat saya?
Bagi karyawan yang tercakup dalam Employment Act, hari kerja berikutnya menjadi hari libur umum berbayar jika Hari Raya Haji jatuh pada hari istirahat mereka. Jika jatuh pada hari nonkerja, mereka berhak atas satu hari libur pengganti atau bayaran tambahan.[2]
Apa yang dilakukan umat Islam di Singapura pada Hari Raya Haji?
Perayaan umum yang disebutkan National Heritage Board Singapura mencakup salat di masjid, korban, dan kunjungan kepada kerabat serta teman. Daging korban dibagikan kepada orang yang membutuhkan, teman, dan keluarga.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Raya Haji di Singapura:
- Hari Raya Haji- National Heritage Board, Singapore
- Public holidays: entitlement and pay- Ministry of Manpower, Singapore