Hari Raya Haji di Kepulauan Cocos (Keeling)
Hari Raya Haji tercantum dalam jadwal hari libur umum dan perbankan Kepulauan Cocos (Keeling) sebagai hari raya umat Islam yang tanggalnya ditetapkan setiap tahun melalui proklamasi. Konteks setempatnya dibentuk oleh masyarakat Melayu Cocos, yang sejarah, budaya, dan agama Islamnya berkaitan erat dengan Pulau Home.[1][2]
Hari libur dengan status hukum setempat
Jadwal hari libur wilayah tersebut mencantumkan Hari Raya Haji sebagai hari libur umum dan perbankan. Tanggalnya ditetapkan setiap tahun melalui proklamasi yang diterbitkan dalam Gazette. Undang-undang juga menyatakan bahwa jika hari libur ini jatuh pada Sabtu atau Minggu, Senin berikutnya menjadi hari libur.[1]
Tanggalnya mengikuti kalender lunar Islam. Hari Raya Haji dikaitkan dengan hari ke-10 Dzulhijah, bulan berlangsungnya ibadah haji; karena mengikuti kalender lunar, tanggalnya bergeser di sepanjang musim dari waktu ke waktu.[3]
Masyarakat Melayu Cocos
Kaitan Kepulauan tersebut dengan hari libur ini berakar pada masyarakat Melayu Cocos. Catatan warisan budaya Pemerintah Australia menyebut banyak penduduk merupakan keturunan keluarga yang bekerja di perkebunan kelapa, serta menggambarkan budaya dan bahasa Kepulauan yang dibentuk oleh tradisi Melayu dan Islam. Penduduk Pulau Home sebagian besar merupakan warga Melayu Cocos yang menganut agama Islam.[2]
Kepulauan tersebut tidak berpenghuni hingga 1826, ketika Alexander Hare mendirikan permukiman. Setahun kemudian, John Clunies Ross menetap di pulau lain, dan keluarganya kemudian mendirikan perkebunan kelapa serta mendatangkan pekerja dari Asia untuk menggarapnya. Sejarah permukiman dan perkebunan ini memberikan konteks bagi kedudukan masyarakat Melayu Cocos di wilayah tersebut.[2]
Makna dan peringatan
Dalam Islam, Hari Raya Haji juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban. Hari ini berkaitan dengan ibadah haji dan memperingati ketaatan Ibrahim kepada Tuhan. Open University menjelaskan bahwa salat berjemaah, berkumpul dengan kerabat, dan bersedekah merupakan praktik yang secara umum dikaitkan dengan Iduladha.[3]
Sumber Kepulauan Cocos menyebut Pulau Home sebagai pusat budaya masyarakat Melayu Cocos dan menyoroti kaitannya dengan keluarga, agama, bahasa, dan tradisi. Namun, sumber tersebut tidak memverifikasi upacara Hari Raya Haji setempat, pembagian daging, hidangan, atau acara tertentu. Rincian tersebut tidak boleh diasumsikan berdasarkan gambaran perayaan di tempat lain.[2]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Feri antara Pulau West dan Pulau Home tidak beroperasi pada hari libur umum, dan layanan bus setempat juga tidak beroperasi pada hari libur umum, kecuali pada hari penerbangan. Pengunjung yang perlu bepergian antarpulau sebaiknya memeriksa pengaturannya terlebih dahulu.[4]
Periksa jam buka kantor pemerintah dan bank sebelum berangkat. Pengunjung Pulau Home diminta mengenakan pakaian yang menutupi bahu dan lutut.[1][2]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Hari Raya Haji merupakan hari libur umum di Kepulauan Cocos (Keeling)?
Ya. Jadwal hari libur resmi wilayah tersebut mencantumkannya sebagai hari libur umum dan perbankan, dengan tanggal yang ditetapkan melalui proklamasi tahunan.[1]
Kapan Hari Raya Haji diperingati?
Apakah saya bisa naik feri antara Pulau West dan Pulau Home?
Layanan feri dan bus tidak beroperasi pada hari libur umum, kecuali pada hari penerbangan. Periksa informasi transportasi terkini sebelum merencanakan penyeberangan.[4]
Apakah toko dan kantor buka?
Periksa jam buka kantor pemerintah dan bank sebelum berangkat.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Raya Haji di Kepulauan Cocos (Keeling):
- Cocos (Keeling) Islands Applied Laws Ordinance 1992- Federal Register of Legislation, Australian Government
- Cocos (Keeling) Islands environment and heritage- Department of Infrastructure, Transport, Regional Development, Communications, Sport and the Arts, Australian Government
- Eid al-Adha- The Open University
- Ferry Timetable- Cocos Keeling Islands Tourism Association