Hari libur nasional di Jepang

Hari Ekuinoks Musim Semi di Jepang: Sejarah, Tradisi, dan Tips Perjalanan di Jepang

Hari Ekuinoks Musim Semi di Jepang: Sejarah, Tradisi, dan Tips Perjalanan terdaftar sebagai hari libur nasional di Jepang. Gunakan tanggal di bawah ini untuk merencanakan ke depan dan memeriksa apakah hari libur pengganti berlaku.

Kemunculan berikutnya

Minggu

Google Kalender

Tanggal Hari Ekuinoks Musim Semi di Jepang: Sejarah, Tradisi, dan Tips Perjalanan

6
TanggalHariHari pengganti
JumatTidak
MingguTidak
SeninYa
SeninTidak
SelasaTidak
RabuTidak

Hari Ekuinoks Musim Semi di Jepang: Sejarah, Tradisi, dan Tips Perjalanan

Hari Ekuinoks Musim Semi, yang dikenal sebagai Shunbun no Hi, adalah hari libur nasional resmi Jepang yang dirayakan sekitar tanggal 20 atau 21 Maret. Hari ini menandai transisi astronomi menuju musim semi ketika siang dan malam mencapai panjang yang sama. Keluarga di seluruh Jepang memanfaatkan waktu ini untuk menghormati leluhur mereka dan menyambut pergantian musim.

Sejarah dan Asal-Usul Hukum

Shunbun no Hi resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1948 berdasarkan Undang-Undang Hari Libur Nasional pascaperang. Tujuan hukum yang ditetapkan adalah untuk memuji alam dan menyayangi makhluk hidup. Sebelum tahun 1948, hari ini diperingati sebagai Shunki Koreisai, sebuah festival kekaisaran yang didedikasikan untuk menghormati mantan kaisar dan leluhur kekaisaran. Meskipun upacara kenegaraan keagamaannya dipisahkan dari hari libur sipil setelah Perang Dunia II, fokus leluhur tetap mengakar kuat dalam masyarakat Jepang.

Karena ekuinoks bergantung pada perhitungan astronomi, tanggal pasti di kalender bergeser antara 20 Maret dan 21 Maret. Observatorium Astronomi Nasional Jepang menghitung koordinat langit dan secara resmi mengumumkan tanggal tersebut pada bulan Februari tahun sebelumnya.

Tradisi Higan dan Botamochi

Hari libur ini jatuh di tengah-tengah perayaan Buddha selama tujuh hari yang disebut Haru no Higan. Kepercayaan Buddha meyakini bahwa selama ekuinoks, ketika batas antar musim berada dalam keseimbangan, dunia roh selaras erat dengan alam duniawi. Keluarga mengunjungi pemakaman leluhur untuk mencuci batu nisan, membersihkan rumput liar, membakar dupa, dan meninggalkan bunga segar.

Makanan klasik yang diasosiasikan dengan ekuinoks musim semi adalah botamochi, sebuah camilan tradisional yang terbuat dari ketan yang dibungkus dengan selai kacang azuki merah manis. Hidangan ini dinamai menurut pohon peony yang mekar di musim semi (botan) dan dipersembahkan di altar Buddha rumah tangga sebelum dibagikan kepada kerabat.

Penutupan, Transportasi, dan Informasi Pengunjung

Sebagai hari libur resmi undang-undang, kantor pemerintahan, bank, kantor pos, dan sekolah umum di seluruh Jepang tutup pada hari Shunbun no Hi. Jika hari libur jatuh pada hari Minggu, maka Senin berikutnya ditetapkan sebagai hari libur pengganti. Sebagian besar bisnis swasta, pusat perbelanjaan, restoran, dan toko kelontong tetap buka.

Operator transportasi umum beroperasi dengan jadwal akhir pekan atau hari libur. Kuil-kuil besar, kebun raya, dan taman mengalami lonjakan jumlah pengunjung, sementara kereta ekspres atau jalan raya di dekat kawasan pemakaman sering kali mengalami kemacetan lalu lintas lokal sepanjang minggu Higan.

Pertanyaan tentang Hari Ekuinoks Musim Semi

Mengapa tanggal Hari Ekuinoks Musim Semi berubah setiap tahun?

Hari libur ini berkorespondensi dengan momen astronomi ketika matahari melintasi ekuator langit. Karena tahun astronomi sedikit lebih panjang dari 365 hari, tanggalnya bergeser antara 20 Maret dan 21 Maret dan diumumkan secara resmi oleh Observatorium Astronomi Nasional Jepang.

Apakah tempat wisata dan restoran di Jepang buka pada hari ini?

Ya, situs wisata, taman, restoran, dan pusat perbelanjaan tetap buka untuk pengunjung. Namun, transportasi umum beroperasi dengan jadwal akhir pekan, dan lembaga publik seperti bank serta kantor pos tutup.

Sumber resmi dan referensi undang-undang

Sumber utama terverifikasi dan dekrit resmi pemerintah untuk Hari Ekuinoks Musim Semi di Jepang: Sejarah, Tradisi, dan Tips Perjalanan di Jepang:

Lihat semua hari libur nasional di Jepang