Hari Kebudayaan di Jepang: Seni, Pawai, dan Perayaan Musim Gugur
Hari Kebudayaan adalah hari libur nasional tahunan di Jepang yang dirayakan setiap tanggal 3 November. Perayaan ini menghargai pencapaian akademik, ekspresi artistik, dan perdamaian konstitusional di seluruh negeri. Berbagai komunitas memperingati kesempatan ini dengan tiket masuk museum gratis, festival sekolah musim gugur, dan pawai bersejarah.
Sejarah Hari Kebudayaan
Tanggal 3 November awalnya ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1868 dengan nama Tencho-setsu untuk menghormati ulang tahun Kaisar Meiji. Setelah wafatnya, tanggal tersebut ditetapkan kembali sebagai Meiji-setsu pada tahun 1927 sebelum akhirnya diubah secara resmi menjadi Hari Kebudayaan (Bunka no Hi) pada tahun 1948.
Penetapan pascaperang pada tahun 1948 dipilih untuk memperingati pengumuman resmi Konstitusi Jepang pada tanggal 3 November 1946. Piagam baru tersebut mengikat negara pada tata kelola yang demokratis dan perdamaian, sehingga menetapkan hari libur yang didedikasikan untuk pengetahuan dan kemajuan kreatif alih-alih garis keturunan kekaisaran.
Tradisi, Acara, dan Makanan
Acara utama Hari Kebudayaan adalah upacara di Istana Kekaisaran tempat Kaisar menganugerahi Penghargaan Kebudayaan yang bergengsi kepada para sarjana, ilmuwan, dan seniman. Di seluruh Jepang, banyak museum kota dan galeri seni membuka pintu mereka untuk umum secara gratis.
Kota-kota dan sekolah-sekolah menyelenggarakan pameran seni lokal, termasuk pawai kostum Hakone Daimyo Gyoretsu yang terkenal di Prefektur Kanagawa. Meskipun tidak ada satu pun hidangan seremonial wajib, para pengunjung dan penonton festival umumnya menikmati jajanan kaki lima regional seperti yakisoba, taiyaki, dan camilan wagashi musiman musim gugur.
Penutupan, Transportasi, dan Perjalanan
Karena Hari Kebudayaan adalah hari libur nasional resmi, sekolah negeri, kantor pemerintah, bank, dan kantor pos tetap tutup. Toko ritel standar, restoran, toko serba ada, dan tempat hiburan beroperasi seperti biasa, sering kali menampung kerumunan liburan yang lebih besar.
Transportasi umum beroperasi dengan jadwal akhir pekan dan hari libur. Destinasi budaya populer, taman nasional, dan situs bersejarah mengalami lonjakan pengunjung yang padat, terutama karena awal November secara statistik adalah salah satu periode paling cerah dan jernih dalam setahun di Tokyo.
Pertanyaan Tentang Hari Kebudayaan
Apakah museum gratis pada Hari Kebudayaan di Jepang?
Ya, banyak museum publik, galeri seni, dan taman bersejarah di Jepang memberikan tiket masuk gratis pada tanggal 3 November, meskipun pameran temporer khusus mungkin tetap memerlukan tiket berbayar.
Apa yang terjadi jika Hari Kebudayaan jatuh pada hari Minggu?
Berdasarkan hukum Jepang, ketika hari libur nasional jatuh pada hari Minggu, hari Senin berikutnya ditetapkan sebagai hari libur pengganti resmi (furikae kyujitsu).
Sumber resmi dan referensi undang-undang
Sumber utama terverifikasi dan dekrit resmi pemerintah untuk Hari Kebudayaan di Jepang: Seni, Pawai, dan Perayaan Musim Gugur di Jepang:
- Public holidays in Japan— What Next Holiday
- Culture Day— Wikipedia contributors