Hari Kaum Maroon di Suriname
Hari Kaum Maroon diperingati di Suriname setiap 10 Oktober. Hari istirahat nasional ini menghormati leluhur kaum Maroon dan perjuangan mereka untuk meraih kebebasan, serta ditandai dengan kegiatan mengenang dan acara budaya.[1][2]
Hari istirahat nasional pada 10 Oktober
Dekrit Negara Suriname tentang Hari Istirahat tahun 2021 mencantumkan Hari Kaum Maroon pada 10 Oktober sebagai salah satu hari libur nasional. Dekrit itu menempatkan hari-hari tersebut setara dengan hari Minggu menurut Undang-Undang Istirahat Hari Minggu, beserta akibat dan ketentuan hukum terkait. Kementerian Pendidikan juga mencantumkan hari ini sebagai hari libur nasional dalam kalender sekolahnya. Kalender resmi tidak mencantumkan hari pengganti.[1][3]
Mengenang perjuangan untuk kebebasan
Makna hari ini berakar pada sejarah perbudakan dan perlawanan di Suriname. Kaum Maroon adalah keturunan orang-orang yang diperbudak, melarikan diri, lalu membentuk komunitas di pedalaman. Arsip Nasional Suriname menjelaskan perlawanan komunitas Maroon terhadap kekuasaan kolonial dan perjanjian damai yang dibuat Ndyuka, Saamaka, dan Matawai dengan penguasa kolonial sejak 1760. Komunitas lain, termasuk Aluku di bawah Boni, terus berjuang.[4]
Pemerintah Suriname mengaitkan peringatan ini dengan perjanjian damai tahun 1760. Dalam laporannya tentang peringatan tahun 2022, pemerintah menggambarkan hari itu sebagai kegiatan mengenang perjanjian tersebut dan menekankan bahwa hari libur ini diperuntukkan bagi seluruh warga Suriname, sekaligus mengakui sejarah dan budaya Maroon.[2]
Cara memperingati hari tersebut
Peringatan umum mencakup pidato, pertunjukan budaya, pakaian dan gaya rambut tradisional, persembahan berupa penuangan minuman kepada leluhur, serta peletakan karangan bunga di Lapangan 10 Oktober dan Lapangan Kemerdekaan di Paramaribo. Laporan pemerintah juga mencatat upacara bersama para pemimpin tradisional di wilayah Matawai, yang menunjukkan bahwa peringatan dapat berlangsung di luar ibu kota.[2][5]
Kegiatan sekolah menjadi cara lain untuk mengenalkan warisan Maroon. Laporan pemerintah menggambarkan pameran sekolah yang menampilkan benda rumah tangga Maroon dan kain pangi, presentasi mengenai sejarah dan tradisi, serta dapur kecil Maroon dengan penjelasan tentang kwak dan podosiri. Ini adalah contoh yang terdokumentasi; peringatan dapat berbeda menurut komunitas dan tahun.[5]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Karena hari ini ditetapkan sebagai hari libur nasional, sumber pemerintah memperlakukannya sebagai hari istirahat resmi, dan kementerian pendidikan memasukkannya ke dalam jadwal hari libur nasional. Tanyakan langsung kepada layanan atau usaha yang hendak Anda gunakan mengenai jam buka dan pengaturan transportasi.[1][3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Hari Kaum Maroon?
Hari ini diperingati setiap tahun pada 10 Oktober di Suriname.[1]
Apakah hari ini merupakan hari libur resmi?
Apakah bank, toko, dan layanan transportasi buka?
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Kaum Maroon di Suriname:
- Staatsbesluit van 19 februari 2021, houdende nadere wijziging van het “Besluit Rustdagen 1971”- Government of the Republic of Suriname
- Eenheidsgedachte rode draad op Marrondag- Office of the Vice President, Government of the Republic of Suriname
- Vakantie en vrije dagen Schooljaar 2025-2026- Ministry of Education, Science and Culture of Suriname
- Marrons: de Boni-oorlogen (1768)- National Archives of the Netherlands
- St. Elisabeth 2 verrijkt kennis leerlingen met tentoonstelling marroncultuur- Office of the President, Government of the Republic of Suriname