Hari Penghormatan kepada Lansia di Jepang
Hari Penghormatan kepada Lansia, atau Keirō no Hi, adalah hari libur nasional Jepang yang diperingati pada hari Senin ketiga bulan September. Tujuan resminya adalah menghormati kontribusi para lansia kepada masyarakat dan merayakan umur panjang. Peringatan ini berawal sebagai tradisi setempat di Prefektur Hyogo sebelum menjadi hari libur nasional.[1][2]
Makna dan status hukum
Undang-Undang Hari Libur Nasional Jepang menetapkan hari Senin ketiga bulan September sebagai Hari Penghormatan kepada Lansia. Kantor Kabinet menjelaskan bahwa tujuannya adalah menghormati para lansia yang telah berkontribusi kepada masyarakat selama bertahun-tahun dan merayakan umur panjang. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hari libur nasional merupakan hari libur; jadwal masing-masing tempat kerja dan usaha tetap dapat berbeda.[1]
Undang-undang itu juga menetapkan hari libur pengganti jika hari libur nasional jatuh pada hari Minggu: hari berikutnya yang bukan hari libur nasional menjadi hari libur. Hari Penghormatan kepada Lansia ditetapkan pada hari Senin, sehingga biasanya tidak memerlukan hari pengganti. Jika hari kerja berada di antara dua hari libur nasional, hari itu juga menjadi hari libur berdasarkan undang-undang tersebut. Aturan ini terkadang dapat memperpanjang libur bulan September jika Hari Ekuinoks Musim Gugur jatuh berdekatan.[1]
Dari peringatan desa menjadi hari libur nasional
Peringatan ini dimulai pada 1947 di Desa Noma-dani, yang kini merupakan bagian dari Taka di Prefektur Hyogo. Desa tersebut menetapkan “Hari untuk Lansia” dan mengadakan pertemuan untuk menghargai pengalaman serta kontribusi warga yang lebih tua. Prefektur Hyogo menetapkan 15 September sebagai “Hari untuk Lansia” pada 1950, lalu sebuah organisasi kesejahteraan sosial nasional mempromosikannya ke seluruh Jepang pada tahun berikutnya.[2]
Pada 1966, amendemen Undang-Undang Hari Libur Nasional menetapkan 15 September sebagai hari libur nasional bernama Hari Penghormatan kepada Lansia. Tanggal itu tetap digunakan hingga 2002. Perubahan undang-undang pada 2001 memindahkannya ke hari Senin ketiga bulan September mulai 2003, sebagai bagian dari kebijakan yang bertujuan menciptakan akhir pekan lebih panjang. Tanggal 15 September tetap diperingati secara terpisah di Jepang sebagai Hari Lansia, dan 15–21 September merupakan Pekan Lansia.[1]
Cara memperingati hari ini
Fokus yang dinyatakan untuk hari libur nasional ini adalah rasa hormat, syukur, dan umur panjang. Peringatan setempat dapat mencerminkan tujuan tersebut dengan beragam cara. Di Taka, kota yang terkait dengan asal-usul hari libur ini, perayaan setempat bagi orang yang mencapai usia tradisional 77 tahun diadakan pada 15 September, mempertahankan tanggal kalender semula meskipun tanggal hari libur nasional bergeser.[1][2]
Fokus yang dinyatakan untuk hari libur nasional ini adalah rasa hormat, syukur, dan umur panjang. Peringatan setempat dapat mencerminkan tujuan tersebut dengan beragam cara. Di Taka, kota yang terkait dengan asal-usul hari libur ini, perayaan setempat bagi orang yang mencapai usia tradisional 77 tahun diadakan pada 15 September, mempertahankan tanggal kalender semula meskipun tanggal hari libur nasional bergeser.[1][2]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Karena hari libur ini jatuh pada hari Senin, tercipta akhir pekan tiga hari bagi orang yang jadwal rutinnya mencakup libur akhir pekan. Penetapan sebagai hari libur nasional saja tidak memberi tahu pengunjung apakah kantor, toko, restoran, atau tempat wisata tertentu akan buka. Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menyatakan bahwa jam operasional berbeda menurut jenis usaha dan wilayah, serta menyarankan agar pengunjung memeriksa langsung jam buka terkini kepada masing-masing pengelola. Organisasi itu juga menyarankan untuk memeriksa jadwal operator transportasi saat merencanakan perjalanan.[1][3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Hari Penghormatan kepada Lansia di Jepang?
Hari ini jatuh pada hari Senin ketiga bulan September. Undang-Undang Hari Libur Nasional menetapkan aturan berulang, bukan tanggal kalender tetap.[1]
Apakah Hari Penghormatan kepada Lansia merupakan hari libur umum?
Apakah toko, kantor, dan tempat wisata buka?
Jam buka berbeda menurut jenis usaha dan wilayah. Hubungi langsung kantor, toko, atau tempat wisata yang ingin Anda kunjungi; Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menyarankan pengunjung untuk memeriksa jam buka terkini kepada pengelola.[3]
Apakah hari libur ini memiliki hari pengganti?
Undang-undang menetapkan hari libur pengganti jika hari libur nasional jatuh pada hari Minggu, dengan menjadikan hari berikutnya yang bukan hari libur sebagai hari libur. Hari Penghormatan kepada Lansia ditetapkan pada hari Senin, sehingga aturan hari Minggu ini biasanya tidak berlaku untuknya.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Penghormatan kepada Lansia di Jepang:
- 各「国民の祝日」について- Cabinet Office, Government of Japan
- 兵庫県/よくあるご質問- Hyogo Prefectural Government
- Business Hours & Holidays- Japan National Tourism Organization