Iduladha (Eid al-Adha) di Guinea-Bissau
Di Guinea-Bissau, Iduladha umum disebut Tabaski dan merupakan salah satu hari libur nasional wajib di negara itu. Undang-undang memerintahkan penghentian kerja di sektor publik maupun swasta, kecuali kegiatan yang tidak dapat dihentikan karena sifatnya.[1][2]
Hari raya dalam kalender lunar
Iduladha jatuh pada 10 Zulhijah, bulan yang terkait dengan ibadah haji. Tanggalnya dalam kalender Gregorian berubah setiap tahun karena kalender Islam mengikuti peredaran bulan.[3] Di Guinea-Bissau, dekret resmi mencantumkan hari raya ini sebagai Tabaski, sedangkan kalender negara tersebut menyebutnya sebagai Hari Raya Kurban.[1]
Hari raya ini mengenang kisah Ibrahim, yang dikenal sebagai Abraham dalam tradisi lain, yang bersedia mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Di Guinea-Bissau, sebuah rujukan ensiklopedia mengidentifikasi Tabaski sebagai hari raya Muslim dan menjelaskan bahwa perayaannya dimulai dengan salat di masjid, dilanjutkan dengan jamuan makan dan pemberian hadiah di antara keluarga dan teman.[2]
Salat, kurban, dan berbagi
Tabaski dirayakan dengan salat dan berkumpul bersama keluarga serta teman. Sebuah laporan dari wilayah Quinara di Guinea-Bissau menguraikan salat berjemaah utama di Buba dan mengutip seorang imam yang menjelaskan bahwa perayaan tersebut melambangkan pengorbanan dan ketaatan kepada Tuhan; laporan itu juga menyebut Iduladha sebagai nama lain Tabaski.[4]
Kurban hewan merupakan bagian dari makna keagamaan hari raya ini. Kisah Ibrahim dan kesediaannya mengorbankan putranya merupakan inti dari kisah tersebut; Iduladha juga dikaitkan dengan penyembelihan hewan sebagai kenangan atas pengabdian itu.[3][4] Tanyakan kepada warga setempat tentang kebiasaan, makanan, dan pakaian.
Hari libur nasional dan dampak praktis
Dekret No. 1/2023 menetapkan Tabaski sebagai hari libur nasional wajib dan memerintahkan penghentian total kerja di sektor publik dan swasta. Dekret mengecualikan kegiatan yang tidak dapat dihentikan karena sifatnya.[1] Tanyakan jam operasional hari libur kepada bank, toko, sekolah, atau layanan transportasi tertentu.
Dekret tidak menetapkan aturan hari pengganti untuk Tabaski. Tanyakan langsung kepada tempat kerja atau penyedia layanan tentang jam operasional hari libur, terutama jika layanan tersebut mungkin dianggap esensial menurut dekret.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa sebutan Iduladha di Guinea-Bissau?
Kapan Tabaski dirayakan?
Iduladha jatuh pada 10 Zulhijah. Tanggalnya dalam kalender Gregorian bergeser setiap tahun mengikuti kalender lunar Islam.[3]
Apakah Tabaski merupakan hari libur kerja?
Tabaski merupakan hari libur nasional wajib. Dekret memerintahkan penghentian kerja di sektor publik dan swasta, kecuali kegiatan yang tidak dapat dihentikan karena sifatnya.[1]
Apakah bank, toko, dan layanan transportasi tutup?
Dekret menetapkan penghentian kerja secara umum, dengan pengecualian untuk kegiatan yang tidak dapat dihentikan karena sifatnya. Sebelum bepergian atau membuat pengaturan, tanyakan jam operasional kepada penyedia terkait.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Iduladha (Eid al-Adha) di Guinea-Bissau:
- Decreto n.º 1/2023 — Feriados Nacionais Obrigatórios- República da Guiné-Bissau, Boletim Oficial
- Guineans of Guinea-Bissau- Worldmark Encyclopedia of Cultures and Daily Life, Encyclopedia.com
- Hajj Rituals on Tenth Day of Dhu Al-Hijjah- Saudi Press Agency
- Regiões / Fiéis muçulmanos de Quinará apelam à paz e união durante celebração de Tabaski- Agência de Notícias da Guiné