Hari Asyura di Bahrain
Hari Asyura jatuh pada hari kesepuluh Muharam, bulan pertama dalam kalender Islam. Di Bahrain, hari ini merupakan peringatan keagamaan sekaligus hari libur umum: karyawan sektor swasta berhak atas cuti berbayar pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharam, sedangkan penutupan kantor pemerintah diumumkan melalui surat edaran.[1][2][3]
Makna peringatan
Bagi Muslim Syiah, Asyura adalah hari berkabung atas Imam Husain, yang wafat di Karbala pada 680 dan peristiwa itu menjadi bagian penting dalam ingatan keagamaan Syiah. Peringatan ini mengenang penderitaan dan wafatnya Husain serta para sahabatnya; Asyura juga memiliki makna keagamaan lain bagi umat Islam, termasuk tradisi puasa sunah.[4]
Di Bahrain, perhatian publik berlangsung sepanjang masa Asyura. Kementerian Dalam Negeri menguraikan koordinasi dengan Otoritas Prosesi Husainiyah dan para kepala pusat komunitas setempat, yang dikenal sebagai matam, untuk mendukung peringatan tersebut dan mengatur prosesi. Uraiannya juga merujuk pada perencanaan keamanan dan koordinasi yang bertujuan mendukung kelancaran pergerakan dan arus lalu lintas.[3]
Hari libur umum selama dua hari
Dekret hari libur sektor swasta Bahrain mencantumkan Asyura pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharam serta memberikan cuti berbayar penuh untuk kedua hari tersebut. Dekret itu menyatakan bahwa jika salah satu hari libur yang tercantum jatuh pada hari Jumat atau hari libur resmi lainnya, pekerja mendapat satu hari pengganti. Inilah aturan menurut undang-undang; tanggal pengganti yang sebenarnya bergantung pada kalender dan pengumuman resmi yang berlaku.[1]
Hari libur pemerintah diumumkan secara terpisah. Surat edaran pemerintah telah menetapkan penutupan kantor kementerian, departemen, badan, dan lembaga publik selama Asyura. Aturan Bahrain untuk hari libur pemerintah mengatur tambahan satu hari apabila hari libur resmi jatuh pada hari Jumat atau Sabtu.[2][5]
Pertemuan dan prosesi
Uraian Kementerian Dalam Negeri menjelaskan persiapan yang melibatkan matam, penyelenggara prosesi, kegubernuran, serta otoritas keamanan dan layanan. Tujuan yang disebutkan mencakup pengaturan masa peringatan, mendukung peserta, dan menjaga kelancaran lalu lintas. Pengaturan dapat melibatkan beberapa otoritas setempat, jadi orang yang menghadiri acara atau bepergian di sekitar lokasi sebaiknya mengikuti arahan setempat.[3]
Pengunjung dapat menunjukkan sikap hormat dengan memberi ruang bagi prosesi dan kerumunan serta mengikuti arahan penyelenggara atau otoritas; tanyakan rute dan pengaturan kepada penyelenggara atau otoritas.[3]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Penetapan sebagai hari libur umum tidak berarti semua usaha atau layanan swasta tutup. Hukum menetapkan aturan cuti berbayar dan kompensasi bagi pekerja sektor swasta, sedangkan surat edaran pemerintah menentukan penutupan lembaga publik. Tanyakan langsung kepada bank, toko, pemberi kerja, atau penyedia layanan mengenai pengaturan jam operasional, dan sediakan waktu perjalanan tambahan di sekitar peringatan karena otoritas mengoordinasikan lalu lintas selama masa tersebut.[1][2][3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Asyura diperingati?
Apakah Asyura merupakan hari libur umum di Bahrain?
Apakah hari pengganti diberikan?
Dekret sektor swasta memberikan satu hari pengganti jika hari libur yang tercantum jatuh pada hari Jumat atau hari libur resmi lainnya. Aturan hari libur pemerintah memberikan satu hari tambahan apabila hari libur resmi jatuh pada hari Jumat atau Sabtu. Tanggal hari pengganti bergantung pada kalender dan pengumuman terkait.[1][5]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Asyura di Bahrain:
- قرار رئيس مجلس الوزراء رقم (1) لسنة 2013 بشأن الإجازات الرسمية للعاملين في القطاع الأهلي- Legislation and Legal Opinion Commission, Kingdom of Bahrain
- HRH the Crown Prince and Prime Minister Issues Ashura Holiday Circular- Prime Minister’s Office, Kingdom of Bahrain
- During the annual meeting with members of Hussainiya Processions Authority and Heads of Mattam, HE Interior Minister: specificity of Ashoora places us before primary responsibilities, and the current challenges require us to come together to protect social cohesion- Ministry of Interior, Kingdom of Bahrain
- ʿĀŠŪRĀʾ- Encyclopædia Iranica, Dr. Samuel M. Jordan Center for Persian Studies, University of California, Irvine
- قرار رئيس مجلس الوزراء، رئيس مجلس الخدمة المدنية رقم (45) لسنة 2006 بشأن مواعيد الدوام والعطلات الرسمية والإجازات في الجهات الحكومية- Legislation and Legal Opinion Commission, Kingdom of Bahrain