Hari Asyura di Senegal
Di Senegal, Hari Asyura dikenal sebagai Tamxarit atau Tamkharit dan jatuh pada hari kesepuluh Muharam, bulan pertama kalender Islam. Undang-undang Senegal mengakui Tamxarit sebagai hari libur umum berbayar dan tidak bekerja.[1][2]
Makna keagamaan dan status hukum
Asyura memiliki makna berbeda di antara komunitas Muslim. Agence de Presse Sénégalaise menjelaskan bahwa sebagian Muslim Sunni dapat berpuasa sebagai ungkapan syukur atas mukjizat ilahi, termasuk yang berkaitan dengan Musa, sementara peringatan Syiah dapat mencakup perkabungan dan pembacaan untuk mengenang Hussein, cucu Nabi Muhammad.[2]
Undang-undang Senegal tahun 1974 mencantumkan Tamxarit sebagai salah satu hari libur resmi dan menyatakan bahwa hari libur resmi merupakan hari tidak bekerja. Undang-undang itu juga secara tegas menetapkan Tamxarit sebagai hari libur berbayar. Amendemen tahun 2013 mempertahankan status tersebut sekaligus menambahkan Grand Magal de Touba ke daftar hari libur berbayar.[1]
Undang-undang menetapkan hari Senin pengganti jika Korité atau Tabaski jatuh pada hari Minggu, tetapi tidak memberikan aturan serupa untuk Tamxarit. Tanggal Gregoriannya berubah karena perayaan ini mengikuti kalender lunar Islam; periksa pengumuman resmi setempat untuk tanggal pada tahun tertentu.[1][2]
Cara Tamxarit diperingati
Di Malika, pinggiran Dakar, keluarga menyajikan cere, kuskus dari millet, untuk Tamxarit. Hidangan itu mencakup daging dan sayuran, lalu disantap bersama keluarga.[3]
Di Malika, kaum muda dapat mengenakan pakaian yang diasosiasikan dengan gender lain, turun ke jalan, dan meminta uang selama Tamxarit.[3]
Jamuan yang dijelaskan berlangsung di sebuah rumah tangga di Malika, pinggiran Dakar.[3]
Hal yang perlu diketahui pengunjung
Undang-undang menetapkan Tamxarit sebagai hari libur umum berbayar dan tidak bekerja. Sebelum membuat rencana, pengunjung sebaiknya menghubungi langsung kantor, usaha, atau operator transportasi tertentu.[1]
Teks hukum tidak mengatur upacara atau kebiasaan rumah tangga. Praktik yang dijelaskan dalam studi etnografi merupakan pengamatan dari Malika, sementara uraian kantor berita tentang Asyura memberikan gambaran umum mengenai perayaan keagamaan. Karena itu, praktik setempat dapat berbeda antar keluarga dan komunitas.[2][3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Asyura merupakan hari libur umum di Senegal?
Ya. Undang-undang Senegal mencantumkan Tamxarit sebagai hari libur resmi dan menetapkannya sebagai hari tidak bekerja dan berbayar.[1]
Kapan Tamxarit diperingati?
Hari ini jatuh pada 10 Muharam, sehingga tanggal Gregoriannya berubah setiap tahun. Periksa pengumuman resmi setempat untuk tanggal pada tahun tertentu.[2]
Makanan apa yang berkaitan dengan Tamxarit di Senegal?
Sebuah studi etnografi di Malika menjelaskan bahwa keluarga menyajikan cere, kuskus dari millet, dengan daging dan sayuran. Praktik dan menu dapat berbeda.[3]
Apakah bank, toko, dan transportasi umum tetap buka?
Undang-undang menetapkan hari libur tersebut, tetapi tidak mencantumkan jam buka bank, toko, atau transportasi. Tanyakan kepada layanan atau usaha yang hendak Anda gunakan.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Asyura di Senegal:
- Loi n°2013-06 du 11 décembre 2013 complétant et modifiant certaines dispositions de la loi n°74-52 du 4 novembre 1974 relative à la fête nationale et aux fêtes légales, modifiée- Journal Officiel de la République du Sénégal / International Labour Organization, NATLEX
- La Tamkharite prévue le 25 juin, selon la CONACOC- Agence de Presse Sénégalaise
- Exploring Food and Health Communicative Practices: An Ethnographic Study in a Suburb of Dakar, Senegal- University of East Anglia