Idulfitri (Eid al-Fitr) di Uni Emirat Arab
Idulfitri menandai berakhirnya Ramadan dan dimulainya Syawal. Di Uni Emirat Arab, hari raya ini merupakan hari libur bagi sektor publik maupun swasta, dengan tanggal yang mengikuti kalender lunar Islam.[1][2]
Makna dan penanggalan lunar
Idulfitri adalah perayaan Islam setelah Ramadan, bulan ketika umat Islam berpuasa dari fajar hingga senja. Pemerintah UEA menjelaskan bahwa Ramadan dimulai setelah terlihatnya bulan sabit baru dan berlangsung selama 29 atau 30 hari; Idulfitri dimulai pada Syawal, bulan berikutnya dalam kalender Hijriah.[2][3]
Keputusan Kabinet menetapkan Idulfitri dari 1 hingga 3 Syawal, selama tiga hari. Jika Ramadan genap 30 hari, keputusan tersebut menambahkan hari ke-30 Ramadan ke dalam masa libur Idulfitri. Tanggal hari libur Islam bergantung pada pengamatan hilal, sehingga tanggal Gregorian yang berlaku dikonfirmasi melalui pengumuman resmi.[1][2]
Hari libur umum menurut hukum UEA
Aturan hari libur umum UEA berlaku bagi sektor publik maupun swasta. Berdasarkan keputusan Kabinet, hari libur resmi tidak dapat dipindahkan jika bertepatan dengan hari libur umum lainnya atau jatuh pada akhir pekan. Karena itu, tanggal Idulfitri pada tahun tertentu perlu diperiksa berdasarkan jadwal yang diumumkan, bukan diasumsikan sama dengan tahun sebelumnya.[1][2]
Karyawan sektor swasta berhak atas cuti berbayar pada hari libur resmi. Jika kondisi pekerjaan mengharuskan karyawan bekerja selama hari libur umum, undang-undang ketenagakerjaan mengatur satu hari libur pengganti atau upah normal untuk hari tersebut ditambah kenaikan sekurang-kurangnya 50 persen dari upah pokok. Pengaturan cuti ini relevan bagi pekerja yang tetap bertugas selama hari libur.[4]
Perayaan keluarga dan hidangan
Idulfitri memiliki makna keagamaan di seluruh dunia Muslim sebagai perayaan setelah Ramadan. Panduan wisata resmi Dubai menyebut bahwa berbagi makanan dengan keluarga dan teman merupakan bagian utama perayaan Idulfitri. Tradisi dan hidangan berbeda di setiap rumah tangga, sehingga contoh dalam panduan tersebut bukan menu wajib bagi semua keluarga.[3]
Panduan tersebut menyebut ouzi, machboos ayam, dan luqaimat sebagai hidangan yang dikaitkan dengan Idulfitri di UEA. Ouzi dijelaskan sebagai daging domba atau kambing yang dimasak perlahan dengan nasi, machboos sebagai ayam yang disajikan dengan nasi basmati, dan luqaimat sebagai bola-bola adonan yang dicelupkan ke dalam madu. Hidangan ini merupakan contoh makanan perayaan setempat, bukan uraian lengkap tentang makanan yang disantap masyarakat di seluruh negeri.[3]
Hal yang perlu diketahui warga dan pengunjung
Hari libur ini memberi karyawan di kedua sektor waktu libur resmi, sementara pekerja sektor swasta yang diwajibkan bekerja berhak atas kompensasi sesuai undang-undang ketenagakerjaan. Warga dan pengunjung sebaiknya mengonfirmasi pengaturan langsung kepada bank, toko, restoran, atau layanan transportasi terkait sebelum membuat rencana.[1][4]
Panduan wisata resmi Dubai menyebut bahwa pusat perbelanjaan dan tempat hiburan sering mengadakan kegiatan keluarga, pertunjukan, dan konser sekitar Idulfitri. Program-program ini tidak ditetapkan dalam keputusan hari libur umum dan dapat berubah, jadi periksa informasi dari tempat terkait untuk mengetahui jam buka, acara, atau pengaturan perjalanan terkini.[3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Idulfitri merupakan hari libur umum di UEA?
Kapan Idulfitri berlangsung?
Berapa lama masa libur Idulfitri di UEA?
Keputusan Kabinet menetapkan tiga hari, dari 1 hingga 3 Syawal. Jika Ramadan berlangsung selama 30 hari, hari ke-30 Ramadan ditambahkan ke masa libur Idulfitri.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Idulfitri (Eid al-Fitr) di Uni Emirat Arab:
- Cabinet Resolution No. (27) of 2024 Concerning the Public Holidays in the State- UAE Legislation
- Public holidays- The Official Platform of the UAE Government
- All you need to know about Eid in Dubai- Visit Dubai, Dubai Department of Economy and Tourism
- Official leaves and vacations- The Official Platform of the UAE Government