Hari Pendirian Nasional di Korea Selatan
Korea Selatan memperingati Hari Pendirian Nasional, atau Gaecheonjeol, setiap tanggal 3 Oktober. Hari ini menghormati legenda pendirian Gojoseon dan kisah Dangun, sosok yang dikaitkan dengan awal identitas nasional Korea.[1][2]
Legenda dan maknanya
Gaecheonjeol berarti “hari ketika langit terbuka”. Menurut kisah tradisional, Hwanung turun dari langit dan Dangun mendirikan Gojoseon, yang dalam legenda dianggap sebagai kerajaan Korea pertama. Pendirian itu secara tradisional diperkirakan terjadi pada 2333 SM; ini adalah kisah pendirian, bukan tanggal yang ditetapkan sebagai fakta sejarah.[2]
Arsip Nasional Korea menjelaskan bahwa hari libur ini dikaitkan dengan gagasan “membawa manfaat bagi seluruh umat manusia”, cita-cita pendirian yang terhubung dengan kisah Gojoseon. Di Korea Selatan, peringatan ini menghubungkan legenda tersebut dengan sejarah panjang dan identitas budaya negara itu.[2]
Dari peringatan lunar menjadi hari libur nasional
Tanggal ini memiliki sejarah modern selain legenda kuno. Pada 1909, komunitas keagamaan Daejonggyo mulai memperingati hari ketiga bulan lunar kesepuluh sebagai Gaecheonjeol. Pemerintahan sementara Korea kemudian memperingati tanggal lunar tersebut sebagai hari libur nasional.[2]
Setelah Republik Korea berdiri, berdasarkan Undang-Undang Hari Nasional pada 1949, hari libur ini dialihkan ke tanggal 3 Oktober dalam kalender matahari. Kalender pemerintah kini mencantumkannya sebagai salah satu hari libur umum Korea Selatan.[1][2]
Upacara dan peringatan
Peringatan pemerintah pernah mencakup upacara resmi di Seoul. Laporan Korea.net tentang peringatan sebelumnya juga menguraikan acara pemerintah daerah yang menampilkan pertunjukan ritual tradisional dan pameran. Program dapat berubah, jadi contoh tersebut tidak boleh dianggap sebagai jadwal tetap untuk setiap tahun atau wilayah.[3]
Sumber resmi yang tersedia tidak menetapkan satu adat keluarga nasional, makanan khusus, atau upacara tahunan di Mani-san sebagai cara baku memperingati hari ini. Makna utama hari libur ini bagi masyarakat adalah mengenang legenda pendirian dan warisan negara.[2][3]
Hari libur umum dan dampak praktis
Undang-Undang Hari Libur Umum memasukkan hari nasional sebagai hari libur umum negara, dan peraturan presiden menetapkan Gaecheonjeol sebagai hari libur bagi kantor pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, pekerja di tempat kerja yang memenuhi ketentuan berhak atas hari libur umum berbayar; Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa aturan ini berlaku untuk tempat kerja dengan lima karyawan atau lebih, sesuai ketentuan undang-undang.[1][4][5]
Hari pengganti berlaku ketika 3 Oktober jatuh pada hari Minggu atau bertepatan dengan hari libur umum lainnya; peraturan menetapkan bahwa hari berikutnya yang bukan hari libur diperingati sebagai pengganti. Hari Sabtu saja tidak memicu hari pengganti berdasarkan aturan peraturan untuk hari nasional. Undang-undang hari libur tidak mengatur jam buka toko atau layanan transportasi, jadi wisatawan sebaiknya memeriksa langsung dengan usaha dan operator terkait.[4][5]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Hari Pendirian Nasional diperingati di Korea Selatan?
Apakah Hari Pendirian Nasional merupakan hari libur kerja?
Apa arti Gaecheonjeol?
Nama itu berarti “hari ketika langit terbuka”. Nama tersebut merujuk pada legenda pendirian yang dikaitkan dengan Hwanung, Dangun, dan Gojoseon.[2]
Apakah toko dan transportasi umum tutup?
Jam operasional layanan berbeda-beda, jadi tanyakan langsung kepada usaha atau operator transportasi sebelum bepergian.
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Pendirian Nasional di Korea Selatan:
- 공휴일에 관한 법률- National Law Information Center, Ministry of Government Legislation
- 기념일 > 국경일 > 개천절- National Archives of Korea
- Array of events commemorate Nat'l Foundation Day- Korea.net, official website of the Republic of Korea
- 관공서의 공휴일에 관한 규정- National Law Information Center, Ministry of Government Legislation
- 고용노동부 모바일페이지 고객센터- Ministry of Employment and Labor