Idul Ghadir di Iran
Idul Ghadir merupakan hari libur umum resmi di Iran dan tercantum dalam undang-undang negara tentang hari libur resmi. Hari ini jatuh pada 18 Zulhijah dan memperingati pemahaman Syiah tentang pengumuman Nabi Muhammad mengenai Ali di Ghadir Khumm.[1][2][3]
Status hukum dan tanggal
Undang-undang Iran tentang hari libur resmi mencantumkan Idul Ghadir sebagai salah satu hari libur umum negara. Undang-undang tersebut tidak merinci kantor, bank, sekolah, atau toko tertentu yang wajib tutup pada peringatan ini, jadi tanyakan kepada penyedia layanan terkait sebelum membuat rencana.[1]
Hari libur ini mengikuti kalender lunar Islam dan diperingati pada 18 Zulhijah. Karena itu, tanggal Gregorian-nya berubah setiap tahun.[2]
Makna dan sejarah
Ghadir Khumm adalah sebuah kolam dekat jalur kafilah antara Mekkah dan Madinah. Encyclopaedia Iranica menjelaskan riwayat Syiah bahwa, sekembalinya dari Haji Perpisahan, Muhammad mengumumkan kewenangan Ali bin Abi Talib atas umat Muslim di tempat itu. Umat Muslim Syiah memahami pengumuman tersebut sebagai penetapan Ali sebagai Imam pertama dan penerus; penafsiran atas peristiwa ini berbeda di antara tradisi Muslim.[3]
Peringatan ini memiliki sejarah panjang di Persia. Iranica mencatat bahwa Dinasti Safawi menghidupkan kembali perayaan ini, serta menggambarkan jamuan umum dan hiasan jalan dalam catatan dari masa-masa berikutnya. Rincian tersebut mendokumentasikan praktik sejarah, bukan kumpulan adat seragam yang diikuti semua orang masa kini.[2]
Cara masyarakat memperingatinya
Perayaan masa kini di Iran mencakup pertemuan dan upacara umum. Laporan dari Teheran menggambarkan perayaan jalanan besar dengan hiburan untuk anak-anak dan orang dewasa, pertunjukan, serta makanan nazar. Skala dan bentuk acara dapat berbeda menurut tempat dan tahun, sehingga contoh tersebut tidak boleh dianggap sebagai agenda nasional yang seragam.[4]
Makna hari libur ini juga diungkapkan melalui pembelajaran keagamaan dan penghormatan kepada Imam Ali. Peringatan historis Persia mencakup amal dan kunjungan ke tempat suci, sedangkan acara masa kini dapat menarik kerumunan ke jalan umum dan tempat berkumpul. Tanyakan kepada penyelenggara setempat untuk informasi tentang makanan dan adat.[2][4]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Karena hari ini merupakan hari libur umum yang ditetapkan undang-undang, pemerintah dan layanan lain mungkin mengikuti jadwal hari libur. Undang-undang menetapkan tanggal ini sebagai hari libur resmi, tetapi tidak mencantumkan jam buka tiap layanan. Konfirmasikan langsung jam operasional kantor, bank, toko, atau tempat wisata yang hendak Anda kunjungi.[1]
Perayaan umum berskala besar dapat memengaruhi pergerakan di sekitar rute acara. Sebagai contoh, sebuah laporan dari Teheran mendokumentasikan perayaan jalanan di sepanjang jalur utama kota; periksa pengumuman setempat tentang lokasi acara dan perubahan transportasi sebelum melewati kawasan ramai.[4]
Idul Ghadir di Iran: Tanya Jawab
Apakah Idul Ghadir merupakan hari libur umum di Iran?
Ya. Undang-undang Iran tentang hari libur resmi mencantumkan Idul Ghadir sebagai hari libur umum. Undang-undang tersebut tidak merinci status buka setiap jenis tempat kerja atau layanan, jadi periksa informasi setempat.[1]
Kapan Idul Ghadir diperingati?
Idul Ghadir diperingati pada 18 Zulhijah dalam kalender lunar Islam, sehingga tanggal Gregorian-nya berubah setiap tahun.[2]
Apa saja yang buka pada hari libur?
Undang-undang menetapkan hari ini sebagai hari libur umum resmi, tetapi tidak mencantumkan kantor, bank, toko, atau layanan transportasi yang buka atau tutup. Pastikan jam dan jadwal langsung kepada penyedia layanan.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Idul Ghadir di Iran:
- لایحه قانونی تعیین تعطیلات رسمی کشور- نظامات (Nezamat), document attributed to the Islamic Revolutionary Council of Iran
- ḠADĪR ḴOMM ii. Ḡadīr festival (ʿĪd-e Ḡadīr)- Encyclopaedia Iranica
- ḠADĪR ḴOMM- Encyclopaedia Iranica
- Iran celebrates Shia Muslims' biggest festivity of Eid al-Ghadir- Press TV