Hari Raya Semua Orang Kudus di Wallis & Futuna
Hari Raya Semua Orang Kudus diperingati setiap 1 November dan tercantum sebagai hari libur umum di Wallis & Futuna. Keputusan resmi wilayah ini menetapkannya sebagai hari libur berbayar. Kehidupan Katolik dan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari budaya wilayah tersebut.[1][2][3]
Tanggal dan status hukum
Hari Raya Semua Orang Kudus jatuh setiap tahun pada 1 November. Keputusan Administrasi Wilayah untuk tahun 2025 mencantumkan Toussaint di antara hari libur resmi wilayah tersebut dan menetapkan hari-hari libur yang tercantum sebagai hari libur berbayar.[1]
Keputusan tersebut menetapkan 1 November sebagai tanggal hari libur. Keputusan itu tidak menjelaskan aturan umum tentang hari pengganti, sehingga wisatawan sebaiknya memeriksa pengumuman resmi terkait penutupan atau pengaturan layanan tersendiri.[1]
Konteks Katolik
Hari Raya Semua Orang Kudus adalah hari raya Katolik untuk menghormati para kudus. Vatikan membedakannya dari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman pada 2 November, seraya mencatat hubungan kedua hari tersebut dengan doa dan peringatan dalam tradisi Kristen.[2]
Agama Katolik memiliki sejarah panjang di Wallis & Futuna. Administrasi Wilayah menyatakan bahwa para misionaris Marist mendirikan kehadiran yang bertahan sejak 1837 dan bahwa karya mereka, termasuk misi Pierre Chanel di Futuna, menginjili penduduk wilayah itu hingga tahun 1840.[3]
Kehidupan keagamaan dan peringatan setempat
Kantor pariwisata wilayah tersebut menyebut agama Katolik sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Wallis & Futuna. Menurut kantor itu, perayaan penting dan hari raya ditandai dengan Misa, yang dilanjutkan dengan upacara kava, katoaga ketika hadiah dibagikan, dan tarian tradisional.[4]
Kegiatan tersebut dijelaskan sebagai bagian dari hari raya secara umum dan tidak boleh dianggap secara khusus berlangsung pada Hari Raya Semua Orang Kudus.[4]
Perencanaan praktis
Karena keputusan resmi menggolongkan Toussaint sebagai hari libur nonkerja dan berbayar, jadwal kerja mungkin berbeda dari hari biasa. Keputusan tersebut tidak menetapkan jam operasional kantor pemerintah, sekolah, bank, toko, restoran, atau layanan transportasi. Karena itu, konfirmasikan langsung kepada tiap penyedia sebelum membuat rencana.[1]
Wallis & Futuna memiliki tempat ibadah di kedua pulau, termasuk katedral di Mata’Utu, Wallis, dan basilika di Poi, Futuna. Kantor pariwisata wilayah tersebut mencantumkannya sebagai gereja terkemuka; sumber yang dikutip tidak menerbitkan jadwal ibadah Hari Raya Semua Orang Kudus untuk kedua lokasi itu.[4]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Hari Raya Semua Orang Kudus diperingati di Wallis & Futuna?
Hari ini diperingati setiap tahun pada 1 November. Keputusan tersebut tidak menjelaskan aturan umum tentang hari pengganti.[1]
Apakah hari ini merupakan hari libur umum dan hari libur nonkerja dan berbayar?
Ya. Keputusan hari libur wilayah tersebut mencantumkan Toussaint sebagai hari libur resmi dan menetapkan hari-hari yang tercantum sebagai hari nonkerja dan berbayar.[1]
Apakah toko, bank, atau layanan transportasi akan beroperasi?
Tanyakan langsung kepada usaha atau operator terkait sebelum bepergian atau mengandalkan suatu layanan.[1]
Apakah mengunjungi makam dan menyalakan lilin merupakan kebiasaan setempat yang sudah mapan?
Tanyakan kepada warga setempat atau paroki sebelum menganggap kunjungan makam atau menyalakan lilin sebagai kebiasaan Hari Raya Semua Orang Kudus yang sudah mapan di Wallis & Futuna.
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Raya Semua Orang Kudus di Wallis & Futuna:
- Arrêté n°2026-04 fixant les jours fériés, chômés et payés au cours de l’année 2025- Les services de l'État et du Territoire à Wallis et Futuna
- Angelus, 1st November 2011, Solemnity of All Saints- The Holy See
- Présentation générale- Les services de l'État et du Territoire à Wallis et Futuna
- Les églises- Tourisme à Wallis et Futuna