Hari setelah Hari Poya Bulan Purnama Waisak di Sri Lanka
Sri Lanka mencantumkan hari setelah Hari Poya Bulan Purnama Waisak sebagai hari libur umum, sehingga memperpanjang masa libur Waisak di negara itu. Kalender resmi juga menggolongkannya sebagai hari libur bank dan niaga, sedangkan Waisak sendiri ditandai dengan peringatan umat Buddha, hiasan umum, dan pertemuan masyarakat.[1][2][3]
Status hukum dan hari libur
Undang-Undang Hari Libur Sri Lanka menetapkan hari libur umum sebagai hari yang harus diperingati sebagai hari libur serta mengatur penetapan hari libur umum dan bank tambahan. Kalender terbitan Bank Sentral mencantumkan hari setelah Hari Poya Bulan Purnama Waisak sebagai hari libur umum, bank, dan niaga. Penggolongan resmi itu relevan bagi layanan publik, bank, dan banyak tempat kerja, meskipun tidak berarti setiap usaha swasta wajib tutup.[1][2]
Undang-Undang Karyawan Toko dan Kantor menetapkan aturan hari libur berbayar untuk hari libur umum tertentu yang ditetapkan untuk tujuan tersebut, dan mengatur Hari Poya Bulan Purnama secara terpisah. Pengaturan kerja dan aturan yang berlaku menentukan apakah pekerja mendapat hari libur berbayar pada hari setelah Waisak.[4]
Peringatan Waisak di Sri Lanka
Waisak memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Gautama Buddha. Sri Lanka Tourism menggambarkannya sebagai perayaan keagamaan terpenting di negara itu dan mencatat bahwa orang-orang dari berbagai agama turut serta dalam perayaan umum, termasuk melihat hiasan dan mengunjungi stan di pinggir jalan yang menawarkan makanan serta minuman.[3]
Lentera dan pandal bercahaya termasuk hiasan umum yang dikaitkan dengan Waisak di Sri Lanka. Stan masyarakat, yang terkadang disebut dansala, menawarkan makanan dan minuman kepada orang yang lewat. Kebiasaan ini merupakan bagian dari perayaan Waisak secara keseluruhan.[3]
Hal yang perlu diperkirakan
Situs resmi pariwisata menggambarkan Waisak sebagai masa libur dua hari yang terkait dengan jeda umum kegiatan pemerintahan, niaga, dan perbankan. Situs tersebut juga mencatat bahwa sejumlah toko dan usaha tutup pada hari Poya. Pengunjung sebaiknya memeriksa jam buka dan pengaturan transportasi dengan masing-masing penyedia.[2][3]
Hari setelah Waisak tercantum sebagai hari libur tersendiri dalam kalender resmi, terpisah dari Hari Poya Bulan Purnama Waisak itu sendiri. Tanyakan langsung kepada bank, toko, kantor pemerintah, atau operator transportasi tertentu sebelum membuat rencana.[2]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah hari setelah Waisak merupakan hari libur umum di Sri Lanka?
Apakah ini merupakan peringatan keagamaan tersendiri?
Peringatan Waisak mencakup praktik umat Buddha, lentera, pandal, dan stan makanan. Kebiasaan ini berkaitan dengan Waisak secara keseluruhan.[3]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari setelah Hari Poya Bulan Purnama Waisak di Sri Lanka:
- HOLIDAYS ACT- Ministry of Science and Technology, Sri Lanka
- Central Bank of Sri Lanka - Bank Holidays for 2026- Central Bank of Sri Lanka
- Festive Sri Lanka- Sri Lanka Tourism
- Shop & Office Employees- Ministry of Science and Technology, Sri Lanka