Hari Raya Poya Bulan Purnama Poson di Sri Lanka
Hari Raya Poya Bulan Purnama Poson menandai kedatangan bersejarah agama Buddha di Sri Lanka. Dirayakan setiap tahun pada bulan Juni, festival suci Buddha ini menghormati misi Arahat Mahinda di Mihintale. Jutaan umat mengunjungi berbagai kuil di pulau tersebut untuk menjalankan ritual keagamaan.
Sejarah
Poson memperingati momen penting pada abad ke-3 SM ketika Arahat Mahinda, putra Kaisar India Ashoka, tiba di Sri Lanka. Ia bertemu dengan Raja Devanampiyatissa di bukit suci Mihintale dan memperkenalkan ajaran Buddha ke pulau tersebut. Peristiwa ini membentuk lanskap budaya, agama, and arsitektur Sri Lanka secara permanen.
Tradisi & Kuliner
Selama Poson, para pengikut mengenakan pakaian putih sederhana dan berpartisipasi dalam doa kuil, meditasi, serta pelantunan doa. Masyarakat mendirikan 'dansal', yaitu warung makanan dan minuman gratis yang menyediakan hidangan seperti nasi, mi, serta minuman herbal bagi para pelancong dan peziarah. Pandal bercahaya yang rumit yang menggambarkan kisah Jataka Buddha juga dipajang di berbagai kota.
Penutupan & Perjalanan
Sebagai hari libur nasional, kantor pemerintahan, bank, dan sekolah tetap tutup di seluruh wilayah Sri Lanka. Penjualan alkohol serta daging dilarang keras pada hari ini, dengan bar dan toko daging yang tutup secara nasional. Para pelancong yang menuju Anuradhapura dan Mihintale harus mengantisipasi kerumunan padat dan merencanakan transportasi jauh-jauh hari.
Pertanyaan tentang Hari Raya Poya Bulan Purnama Poson
Kapan Hari Raya Poya Bulan Purnama Poson dirayakan?
Hari raya ini jatuh pada hari bulan purnama di bulan lunar Poson, yang biasanya bertepatan dengan bulan Juni.
Apakah bisnis dan toko tutup pada hari Poson?
Ya, bank, lembaga pemerintah, dan sebagian besar tempat usaha komersial ditutup, serta penjualan alkohol dilarang keras.
Sumber resmi dan referensi undang-undang
Sumber utama terverifikasi dan dekrit resmi pemerintah untuk Hari Raya Poya Bulan Purnama Poson di Sri Lanka:
- Public holidays in Sri Lanka— What Next Holiday
- Culture of Sri Lanka— Wikipedia contributors