Arba'in Husaini di Iran
Arba'in Husaini merupakan hari libur umum di Iran dan tercantum dalam undang-undang negara tentang hari libur resmi. Diperingati pada 20 Safar, hari berkabung ini jatuh pada hari keempat puluh setelah Asyura, yang mengenang wafatnya Imam Husain di Karbala.[1][2]
Hari libur umum nasional
Undang-undang Iran tentang hari libur resmi mencantumkan Arba'in sebagai salah satu hari libur umum negara. Undang-undang itu tidak menetapkan hari pengganti apabila tanggalnya jatuh pada akhir pekan, dan tanggal Gregorian-nya berubah setiap tahun karena hari libur ini mengikuti kalender lunar Islam.[1][2]
Penduduk dan pengunjung sebaiknya memeriksa jam buka sebelum mendatangi kantor pemerintah, bank, toko, atau layanan transportasi. Undang-undang menetapkan hari libur ini, tetapi tidak mengatur jadwal masing-masing usaha atau operator transportasi.[1]
Makna hari ini
Arba'in berarti “keempat puluh” dan jatuh pada 20 Safar, empat puluh hari setelah Asyura. Dalam tradisi Syiah, hari ini mengenang kesyahidan Imam Husain, imam ketiga, beserta para sahabatnya di Karbala pada 61 H (680 M). Iranica menjelaskan bahwa hari ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang berkaitan dengan pemakaman Husain dan para sahabatnya serta perjalanan pulang para perempuan yang ditawan setelah pertempuran.[2]
Peringatan ini merupakan bagian dari tradisi Syiah yang lebih luas, tetapi memiliki tempat tersendiri dalam kalender keagamaan Iran: undang-undang hari libur negara secara tegas mencantumkan Arba'in, sementara tradisi berkabung Iran selama Muharam dan Safar telah lama berlangsung.[1][3]
Peringatan berkabung dan arak-arakan di Iran
Peringatan dapat mencakup khotbah, elegi, dan arak-arakan berkabung. Encyclopaedia Iranica menjelaskan bahwa arak-arakan yang dikenal sebagai dasta berlangsung pada 20 Safar maupun saat Asyura. Peserta berjalan sambil melantunkan seruan dan memukul dada sebagai ungkapan duka; arak-arakan dapat berhenti di bangunan keagamaan atau tempat keramat setempat.[2]
Praktiknya berbeda-beda menurut tempat dan komunitas. Iranica mencatat contoh arak-arakan perkotaan yang terorganisasi dan meriah serta peringatan pedesaan yang lebih sederhana, di samping bentuk-bentuk khas setempat di berbagai wilayah Iran.[3]
Merencanakan kegiatan selama hari libur
Pencantuman sebagai hari libur umum membuat Arba'in perlu diperhatikan oleh siapa pun yang merencanakan janji temu atau urusan di Iran. Undang-undang tidak menetapkan jam operasional toko, bank, atau layanan transportasi, jadi tanyakan langsung kepada kantor atau operator terkait sebelum berangkat. Hubungi penyelenggara setempat untuk informasi tentang makanan atau acara.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Arba'in Husaini diperingati?
Hari ini jatuh pada 20 Safar dalam kalender lunar Islam, empat puluh hari setelah Asyura. Tanggal Gregorian-nya berubah setiap tahun.[2]
Apakah Arba'in merupakan hari libur umum di Iran?
Ya. Undang-undang Iran tentang hari libur resmi mencantumkan Arba'in sebagai hari libur umum.[1]
Apakah kantor pemerintah, bank, dan toko tutup?
Periksa jam operasional kantor pemerintah dan bank sebelum Anda pergi.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Arba'in Husaini di Iran:
- لایحه قانونی تعیین تعطیلات رسمی کشور- Nezamat legal archive
- DASTA- Encyclopaedia Iranica
- FESTIVALS iii. Shi'ite- Encyclopaedia Iranica