Jumat Agung di Guatemala
Jumat Agung merupakan bagian dari Pekan Suci Guatemala, perayaan keagamaan dan budaya yang berpusat pada sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Hari ini juga merupakan hari libur berbayar bagi pekerja sektor swasta menurut Kode Ketenagakerjaan Guatemala, sementara prosesi dan karpet jalan buatan tangan memberi pekan tersebut karakter publik yang khas.[1][2]
Hari libur berbayar menurut hukum Guatemala
Pasal 127 Kode Ketenagakerjaan Guatemala mencantumkan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Paskah sebagai hari libur berbayar bagi pekerja sektor swasta. Kode tersebut juga mengizinkan kerja pada hari libur dalam operasi berkelanjutan tertentu atau operasi lain yang mendapat izin khusus; jika ketentuan itu berlaku, waktu kerja diperlakukan sebagai lembur.[1]
Tanggalnya mengikuti Paskah dan berubah setiap tahun. Pasal 127 menetapkan hari libur berbayar bagi pekerja sektor swasta; pasal tersebut tidak menetapkan bahwa setiap kantor, bank, atau toko harus tutup.[1]
Sejarah dan makna Pekan Suci
Institut pariwisata Guatemala menelusuri perayaan Prapaskah dan Pekan Suci hingga abad ke-16. Jumat Agung termasuk dalam perayaan yang lebih luas untuk mengenang sengsara dan wafat Kristus, dalam pekan yang juga memperingati kebangkitan-Nya.[2][3]
UNESCO menggambarkan Pekan Suci Guatemala sebagai perayaan keagamaan sekaligus budaya, dengan tradisi yang diwariskan antargenerasi dan perayaan yang berbeda-beda menurut wilayah. Persiapan dan acara melibatkan umat paroki, tetangga, perajin, musisi, dan pengunjung.[3]
Prosesi, karpet, dan adat daerah
Prosesi, doa berjaga, mars pemakaman, altar sementara, dan makanan musiman termasuk adat yang dicatat UNESCO. Karpet yang dibuat untuk prosesi juga menjadi ciri yang terlihat: institut pariwisata Guatemala menjelaskan bahwa karpet itu dibuat dari bahan seperti bunga, pasir, dan serbuk gergaji berwarna.[2][3]
Tradisinya berbeda-beda antartempat. Institut pariwisata menyoroti La Antigua Guatemala dan Guatemala City karena prosesi dan karpetnya, serta menguraikan perayaan Pekan Suci di daerah lain.[2]
Makanan dan perencanaan praktis
Menurut institut pariwisata Guatemala, makanan musiman mencakup ikan kering atau ikan yang dimasak a la vizcaína, serta torrejas dan molletes. Panduan tersebut menyajikannya sebagai hidangan Pekan Suci, bukan adat yang terbatas hanya pada Jumat Agung.[2]
Prosesi menggunakan jalan umum dan karpet dibentangkan di sepanjang rutenya. Karena rute dan adat berbeda-beda menurut lokasi, pengunjung sebaiknya menyediakan waktu ekstra saat melintasi kawasan tempat prosesi berlangsung. Periksa jam buka bank, toko, atau penyedia transportasi sebelum bepergian atau mengatur keperluan.[2][3]
Jumat Agung di Guatemala: pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Jumat Agung merupakan hari libur berbayar di Guatemala?
Pasal 127 Kode Ketenagakerjaan mencantumkan Jumat Agung sebagai hari libur berbayar bagi pekerja sektor swasta. Pasal tersebut memberikan pengecualian untuk pekerjaan berkelanjutan tertentu atau pekerjaan lain yang mendapat izin khusus, yang diperlakukan sebagai lembur.[1]
Kapan Jumat Agung jatuh?
Hari ini jatuh pada Jumat sebelum Minggu Paskah. Tanggalnya berubah setiap tahun.[2]
Apa yang dapat dilihat pengunjung?
Apakah bank, toko, dan transportasi umum tutup?
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Jumat Agung di Guatemala:
- Decreto Número 1441- Oficina Nacional de Servicio Civil (ONSEC), hosted by Guatemala’s Ministry of Culture and Sports
- Semana Santa en Guatemala- Instituto Guatemalteco de Turismo (INGUAT)
- Holy Week in Guatemala- UNESCO