Jumat Agung di Kolombia: Prosesi Khidmat dan Refleksi
Jumat Agung adalah hari libur keagamaan yang diperingati secara mendalam di seluruh Kolombia. Masyarakat berkumpul untuk mengikuti prosesi khidmat yang memperingati penyaliban Yesus. Partisipasi nasional yang luas mencerminkan warisan Katolik yang kuat di negara tersebut.
Sejarah
Jumat Agung menandai peringatan penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Kalvari. Diperkenalkan pada era kolonial Spanyol, tradisi Katolik berpadu dengan adat istiadat lokal selama berabad-abad. Saat ini, hari tersebut tetap menjadi salah satu tanggal paling penting dalam kalender keagamaan Kolombia.
Tradisi & Makanan
Warga Kolombia berpartisipasi dalam drama penyambutan Jalan Salib dan prosesi malam yang sunyi dengan mengusung tandu kayu yang berat. Menghindari daging merah sudah menjadi kebiasaan, membuat keluarga menyiapkan hidangan tradisional yang terdiri atas ikan, pisang raja, dan nasi kelapa. Makanan manis seperti flan kelapa dan pepaya awet juga sangat digemari.
Penutupan & Perjalanan
Sebagai hari libur nasional wajib, bank, kantor pemerintahan, sekolah, dan sebagian besar bisnis tutup. Transportasi umum beroperasi dengan jadwal libur yang dikurangi. Jutaan warga Kolombia melakukan perjalanan domestik selama Pekan Suci, menyebabkan kemacetan padat di jalan raya utama yang keluar dari pusat perkotaan.
Pertanyaan tentang Jumat Agung
Apakah Jumat Agung merupakan hari libur nasional di Kolombia?
Ya, Jumat Agung adalah hari libur nasional resmi di mana bisnis dan kantor publik tutup.
Apa yang dimakan orang saat Jumat Agung di Kolombia?
Pola makan tradisional pada hari ini berfokus pada ikan dan hidangan vegetarian, menghindari daging merah sesuai dengan tradisi Prapaskah.
Sumber resmi dan referensi undang-undang
Sumber utama terverifikasi dan dekrit resmi pemerintah untuk Wafat Isa Almasih di Kolombia:
- Public holidays in Colombia— What Next Holiday
- Good Friday— Wikipedia contributors