Lailatulqadar di Pantai Gading
Lailatulqadar, yang dikenal di Pantai Gading sebagai Malam Takdir, merupakan malam peringatan keagamaan dengan status hukum tersendiri pada hari berikutnya. Dekret hari libur negara itu mencantumkan hari setelah Malam Takdir sebagai hari libur umum tidak bekerja.[1]
Makna dan waktu peringatan
Lailatulqadar dikaitkan dengan turunnya Al-Qur’an dan dalam surah ke-97 Al-Qur’an disebut lebih baik daripada seribu bulan. Surah tersebut juga menggambarkan malam itu berlangsung hingga fajar.[2]
Lailatulqadar umumnya diyakini jatuh pada malam ke-27 Ramadan. Dekret menetapkan hari libur umum pada hari setelah Malam Takdir, sehingga hari libur resmi berlangsung setelah peringatan keagamaan.[1][2]
Hari libur umum menurut hukum Pantai Gading
Dekret No. 96-205 tanggal 7 Maret 1996 memasukkan hari setelah Malam Takdir dalam daftar hari libur umum Pantai Gading. Dekret tersebut menggolongkan tanggal yang tercantum sebagai hari libur ketika pekerjaan dihentikan, dengan tunduk pada ketentuan perjanjian kerja bersama yang lebih menguntungkan.[1]
Dekret menyatakan bahwa pekerjaan harus dihentikan bagi pekerja di perusahaan pertanian, industri, dan komersial, kecuali di layanan atau perusahaan yang kegiatannya tidak dapat dihentikan. Dekret tidak menetapkan hari pengganti tersendiri untuk Malam Takdir; ketentuan pengganti jika jatuh pada hari Minggu berlaku bagi Hari Nasional dan Hari Buruh.[1]
Peringatan di Pantai Gading
Laporan Kementerian Dalam Negeri Pantai Gading mendokumentasikan peringatan nasional di Grande Mosquée de la Riviera Golf di Abidjan. Upacara tersebut dihadiri pejabat pemerintah, ketua Dewan Imam, Masjid, dan Urusan Islam Pantai Gading (COSIM), pembimbing agama, serta jemaah.[3]
Peringatan itu menyoroti zakat dan wakaf dalam kaitannya dengan kemiskinan dan kohesi sosial, sementara para pejabat berbicara tentang solidaritas, berbagi, dan persaudaraan.[3]
Dampak praktis
Dekret menetapkan penghentian kerja di perusahaan yang tercakup, sementara layanan yang tidak dapat menghentikan kegiatan boleh tetap beroperasi. Dekret tidak mencantumkan jam operasional bank, toko, atau layanan transportasi tertentu, jadi wisatawan sebaiknya bertanya langsung kepada penyedia yang akan digunakan.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Lailatulqadar merupakan hari libur umum di Pantai Gading?
Ya. Dekret mencantumkan hari setelah Malam Takdir sebagai hari libur umum ketika pekerjaan dihentikan, dengan tunduk pada pengecualian yang disebutkan dan ketentuan perjanjian kerja bersama yang lebih menguntungkan.[1]
Kapan hari libur ini berlangsung?
Siapa yang tercakup dalam penghentian kerja?
Dekret mencakup pekerja di perusahaan pertanian, industri, dan komersial, kecuali jika sifat layanan atau perusahaan tersebut membuat pekerjaan tidak dapat dihentikan.[1]
Apakah bank, toko, dan layanan transportasi beroperasi?
Jam operasional berbeda-beda menurut penyedia, jadi tanyakan langsung kepada bank, toko, atau layanan transportasi yang akan Anda gunakan.
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Lailatulqadar di Pantai Gading:
- DECRET N° 96-205 DU 7 MARS 1996 DETERMINANT LA LISTE ET LE REGIME DES JOURS FERIES- International Labour Organization, NATLEX
- Laylat al-Qadr- The Concise Oxford Dictionary of World Religions, via Encyclopedia.com
- Nuit du Destin- Ministry of the Interior and Security of Côte d’Ivoire