Hari Makha Bucha di Thailand: Sejarah dan Tradisi
Makha Bucha menandai perkumpulan penting para pengikut Buddha. Umat berkumpul di berbagai kuil di seluruh negeri untuk mengikuti prosesi malam dengan cahaya lilin. Hari libur nasional ini mendorong perenungan spiritual dan pencarian kebajikan.
Sejarah
Perayaan ini memperingati perkumpulan spontan 1.250 biksu tercerahkan yang datang menemui Sang Buddha tanpa panggilan sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, Sang Buddha menyampaikan Ovada Patimokkha yang menggariskan prinsip-prinsip inti agama Buddha. Ajaran-ajaran ini menekankan pentingnya menghindari kejahatan, berbuat baik, dan menyucikan pikiran.
Tradisi dan Makanan
Masyarakat Thailand memulai pagi hari dengan mempersembahkan makanan kepada para biksu dan melakukan kebajikan di kuil setempat. Pada malam hari, para peserta melakukan Wien Tian, berjalan searah jarum jam sebanyak tiga kali mengelilingi kapel kuil sambil memegang dupa, lilin, dan bunga teratai. Penganut yang taat hanya mengonsumsi makanan vegetarian dan menghindari alkohol sepanjang hari.
Penutupan dan Perjalanan
Sebagai hari libur nasional, kantor pemerintahan, sekolah, dan bank tetap tutup. Penjualan minuman beralkohol dilarang keras di seluruh negeri selama 24 jam, yang berdampak pada bar, klub, dan bagian toko serba ada. Para pelancong harus mengantisipasi kerumunan padat di kuil-kuil utama perkotaan dan provinsi selama ritual malam.
Pertanyaan tentang Makha Bucha
Apakah alkohol dijual saat Makha Bucha?
Tidak, penjualan minuman beralkohol dilarang secara nasional di semua supermarket, toko serba ada, bar, dan tempat hiburan sepanjang hari.
Apa itu Wien Tian?
Wien Tian adalah ritual di mana umat berjalan searah jarum jam sebanyak tiga kali mengelilingi aula utama kuil sambil membawa lilin menyala, dupa, dan bunga.
Sumber resmi dan referensi undang-undang
Sumber utama terverifikasi dan dekrit resmi pemerintah untuk Hari Makha Bucha di Thailand:
- Public holidays in Thailand— What Next Holiday
- Makha Bucha— Wikipedia contributors