Hari Natal di Seychelles
Hari Natal merupakan hari raya Kristen sekaligus hari libur menurut hukum yang berlaku di seluruh Seychelles. Hukum menetapkan penutupan pengadilan, kantor pemerintah, dan bank, sementara keterangan setempat menggambarkan ibadah gereja dan makan bersama keluarga sebagai bagian dari peringatan pada masa ini.[1][2][3]
Tanggal dan status hukum
Hari Natal diperingati pada 25 Desember. Undang-Undang Hari Libur Umum Seychelles mencantumkannya sebagai hari libur umum dan menyatakan bahwa hari libur umum merupakan hari libur menurut hukum di seluruh negeri; pengadilan, kantor pemerintah, dan bank libur pada hari-hari tersebut.[1]
Undang-Undang menetapkan hari libur umum pengganti jika hari libur selain hari Minggu jatuh pada hari Minggu: hari berikutnya yang bukan hari libur umum diperingati sebagai gantinya. Undang-Undang tersebut tidak menetapkan hari pengganti hanya karena Hari Natal jatuh pada hari Sabtu.[1]
Makna Kristen
Dalam sebuah pesan Natal, Presiden Seychelles menggambarkan hari ini sebagai peringatan kelahiran Yesus dan juga sebagai waktu untuk bersyukur, memberi hadiah, serta menyampaikan ucapan baik. Gambaran itu mencakup makna keagamaan dan ungkapan kepedulian yang lebih luas, yang dikaitkan dengan perayaan ini di Seychelles.[2]
Peringatan di gereja dan bersama keluarga
Badan pariwisata Seychelles menggambarkan Natal sebagai kesempatan berkumpul bersama keluarga. Menurut keterangannya, orang-orang menghadiri ibadah Malam Natal atau Hari Natal di paroki Katolik dan Anglikan di pulau-pulau utama, kemudian berkumpul bersama kerabat dan teman untuk makan siang atau malam bersama. Kebiasaan berbeda-beda di setiap keluarga.[3]
Keterangan yang sama menyebut pohon Natal di rumah, termasuk pohon buatan dan pohon cemara casuarina. Keterangan itu juga mengenang kebiasaan menghias pada masa lalu: keluarga menggunakan aluminium foil dari kotak korek api untuk membungkus buah cemara casuarina. Ini adalah kebiasaan yang dilaporkan, bukan ketentuan untuk merayakan hari libur tersebut.[3]
Makanan dan perencanaan praktis
Badan pariwisata menggambarkan makan bersama sebagai hal yang umum dalam perayaan Natal di Seychelles. Keterangan itu menyebut daging babi yang diternakkan secara lokal dan dipanggang dalam panci, nasi basmati, dan salad selada air di antara hidangan yang dikaitkan dengan santapan perayaan; menu setiap orang berbeda-beda.[3]
Undang-Undang menetapkan penutupan pengadilan, kantor pemerintah, dan bank. Undang-Undang tersebut tidak menetapkan satu jadwal operasional untuk semua toko atau layanan transportasi, jadi sebelum membuat rencana, pengunjung sebaiknya menanyakan langsung kepada usaha dan operator masing-masing.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Hari Natal merupakan hari libur umum di Seychelles?
Ya. Undang-Undang Hari Libur Umum mencantumkan Hari Natal sebagai hari libur umum dan menetapkan peringatannya di seluruh Seychelles.[1]
Kapan Hari Natal diperingati?
Hari Natal diperingati pada 25 Desember.[1]
Apakah Hari Natal yang jatuh pada akhir pekan membuat adanya hari libur pengganti?
Undang-Undang menetapkan hari pengganti jika hari libur umum jatuh pada hari Minggu: hari berikutnya yang belum menjadi hari libur umum. Undang-Undang tersebut tidak menetapkan hari pengganti hanya karena hari libur jatuh pada hari Sabtu.[1]
Apa yang tutup, dan apa yang mungkin tetap beroperasi?
Undang-undang menetapkan pengadilan, kantor pemerintah, dan bank sebagai tempat yang libur. Undang-undang tersebut tidak menetapkan satu jadwal operasional untuk semua toko atau layanan transportasi, jadi tanyakan kepada penyedia terkait.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Natal di Seychelles:
- Public Holidays Act (with amendment 2014)- Public Service Bureau, Office of the President of the Republic of Seychelles
- Message by the President on the occasion of Christmas Day 2023- State House Seychelles, Office of the President
- A Christmas in Seychelles- Tourism Seychelles