Idulfitri (Eid al-Fitr) di Filipina
Di Filipina, Idulfitri (Eid al-Fitr) adalah hari libur nasional reguler yang dirayakan pada hari pertama bulan Syawal setelah Ramadan. Tanggalnya berubah-ubah dalam kalender Gregorian karena mengikuti kalender lunar Islam.[1]
Makna dan tanggal
Idulfitri (Eid al-Fitr) menandai berakhirnya masa puasa Ramadan. Hukum Filipina menetapkan hari pertama Syawal sebagai hari yang menandai berakhirnya puasa 30 hari Ramadan dan mengidentifikasinya sebagai Eidul Fitr.[1]
Tanggal kalender Islam untuk hari libur ini ditetapkan pada 1 Syawal, tetapi tanggal kalender sipilnya berubah dari tahun ke tahun. Undang-Undang Republik No. 9177 menyatakan bahwa perkiraan tanggal dapat ditentukan menggunakan kalender Hijriah atau lunar, atau perhitungan astronomi Islam.[1] Pemerintah nasional dapat mengeluarkan proklamasi yang menentukan tanggal sipil yang akan dirayakan.[2]
Status hari libur nasional
Undang-Undang Republik No. 9177 menetapkan hari pertama Syawal sebagai hari libur nasional untuk Idulfitri. Undang-undang ini juga memasukkan Idulfitri ke dalam daftar hari libur reguler negara, sehingga perayaannya berlaku secara nasional dan tidak terbatas pada wilayah dengan populasi Muslim yang besar.[1]
Bagi karyawan sektor swasta yang tercakup, berlaku aturan upah hari libur reguler. Kode Tenaga Kerja menyediakan upah hari libur, dengan pengecualian untuk perusahaan ritel dan jasa yang secara rutin mempekerjakan kurang dari sepuluh pekerja; upah untuk bekerja pada hari libur juga tunduk pada aturan undang-undang.[3] Status nasional hari libur ini tidak secara otomatis menentukan bagaimana setiap tempat kerja atau layanan akan beroperasi.
Perayaan dan perencanaan praktis
Idulfitri (Eid al-Fitr) adalah perayaan keagamaan dan komunitas bagi umat Muslim di Filipina. Laporan pemerintah Filipina mendeskripsikan salat Id dan pertemuan keluarga atau komunitas sebagai bagian dari perayaan tersebut. Praktik perayaan dapat bervariasi di antara keluarga dan komunitas, sehingga tidak setiap Muslim di Filipina merayakan hari tersebut dengan cara yang sama.[4]
Deklarasi hari libur reguler secara nasional dapat memengaruhi kantor pemerintah, sekolah, bisnis, dan jadwal kerja, tetapi undang-undang yang dikutip tidak memberikan jadwal pembukaan universal untuk setiap institusi atau layanan. Periksa langsung ke kantor, sekolah, bank, toko, atau penyedia transportasi yang Anda rencanakan untuk gunakan. Undang-Undang Republik No. 9177 menetapkan Idulfitri pada 1 Syawal dan tidak menyatakan adanya hari pengganti otomatis pada hari Senin atau hari pengganti lainnya.[1]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Idulfitri (Eid al-Fitr) merupakan hari libur reguler di seluruh Filipina?
Ya. Undang-Undang Republik No. 9177 menjadikan hari pertama Syawal sebagai hari libur nasional dan memasukkan Eidul Fitr ke dalam daftar hari libur reguler negara.[1]
Kapan Idulfitri (Eid al-Fitr) jatuh?
Apakah semua pekerja secara otomatis mendapatkan hari libur?
Apakah kantor, bank, toko, dan transportasi umum akan buka?
Undang-undang tidak menetapkan satu jadwal pembukaan untuk setiap layanan. Konfirmasikan jam operasional dengan kantor, bank, toko, atau penyedia transportasi tertentu sebelum bepergian.[1]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Idulfitri (Eid al-Fitr) di Filipina:
- Republic Act No. 9177- The Lawphil Project, Arellano Law Foundation
- Proclamation No. 1006- The Lawphil Project, Arellano Law Foundation
- Book 3 – Conditions of Employment- Department of Labor and Employment
- Eid al-Fitr: Islam's most auspicious festival- Philippine News Agency