Hari Arafah di Libya
Hari Arafah, yang disebut hari wukuf di Arafah dalam pengumuman Libya, ditetapkan sebagai hari libur umum di Libya melalui keputusan pemerintah. Hari ini jatuh pada 9 Zulhijah, saat jemaah haji berkumpul di Arafah, dan tepat mendahului Iduladha.[1][2][3]
Hari libur resmi di Libya
Undang-Undang Libya No. 5 Tahun 2012 menetapkan hari libur resmi berdasarkan jadwal terlampir dan memungkinkan badan legislatif menambahkan hari libur atau mengubah durasinya. Keputusan pemerintah menerapkan undang-undang tersebut dengan menetapkan Hari Arafah sebagai hari libur umum. Sebagai contoh, keputusan pada 2025 menetapkan Hari Arafah sebagai hari libur di seluruh lembaga dan fasilitas publik, bersama dengan hari libur Iduladha.[1][2]
Pengumuman 2025 mengecualikan lembaga dan fasilitas yang menyediakan layanan kemanusiaan dan keamanan mendesak. Pengumuman itu juga menyatakan bahwa pegawai yang bekerja selama hari libur tetap berhak menerima kompensasi berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Karena pengumuman tahunan menetapkan tanggal dan pengecualian operasional, periksa pengumuman terkait untuk tahun yang Anda rencanakan untuk bepergian atau mengatur urusan bisnis.[2]
Tanggal dan makna keagamaan
Hari Arafah adalah hari kesembilan Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender lunar Islam. Saat ibadah haji, para jemaah berangkat dari Mina ke dataran Arafah dan menghabiskan hari di sana untuk berdoa dan bertobat. Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun utama ibadah haji; tradisi Islam juga mengaitkan dataran itu dengan Khutbah Perpisahan Nabi Muhammad.[3]
Karena menggunakan kalender lunar, hari ini bergeser dalam kalender Gregorian seiring waktu. Di Libya, pengumuman resmi menggunakan nama “wukuf di Arafah” dan menyebutkan tanggal hari libur umum. Hari Arafah jatuh tepat sebelum Iduladha, yang ditetapkan sebagai periode hari libur tersendiri.[2][3]
Peringatan dan perencanaan praktis
Makna keagamaan Hari Arafah berkaitan dengan ibadah haji di Arab Saudi, sedangkan statusnya sebagai hari libur umum di Libya ditetapkan dalam pengumuman pemerintah Libya. Panduan haji dari otoritas munisipal Arab Saudi menggambarkan para jemaah berkumpul di Arafah untuk berdoa dan bertobat serta menyatakan bahwa umat Islam di seluruh dunia memperingati hari tersebut dengan berpuasa dan berdoa.[3]
Bagi penduduk dan pengunjung, perkirakan lembaga publik yang tercakup dalam keputusan tahunan akan tutup, dengan pengecualian yang disebutkan untuk layanan mendesak. Pengumuman yang ditinjau di sini tidak menetapkan jadwal seragam untuk toko swasta, bank, sekolah, atau transportasi, sehingga jam buka dan pengaturan layanan perlu diperiksa kepada penyedia layanan. Hari Arafah jatuh tepat sebelum periode hari libur Iduladha, jadi pastikan seluruh jadwal resmi saat merencanakan janji temu atau perjalanan lanjutan.[2]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Hari Arafah merupakan hari libur umum di Libya?
Kapan Hari Arafah jatuh?
Hari ini jatuh pada 9 Zulhijah, saat para jemaah berkumpul di Arafah dalam rangka ibadah haji. Tanggal Gregorian-nya berubah dari tahun ke tahun karena mengikuti kalender lunar Islam.[3]
Apakah kantor, bank, toko, dan transportasi beroperasi?
Lembaga dan fasilitas publik yang disebutkan dalam keputusan tahunan umumnya tercakup dalam hari libur tersebut, dengan pengecualian bagi layanan kemanusiaan dan keamanan yang mendesak dalam keputusan 2025 yang dikutip. Periksa jam operasional kepada bank, toko, dan operator transportasi.[2]
Apa yang dilakukan masyarakat Libya pada Hari Arafah?
Sumber-sumber tersebut memastikan status hari liburnya dan kaitannya dengan ibadah haji, tetapi tidak menetapkan kebiasaan, makanan, atau upacara daerah tertentu di Libya. Panduan haji Arab Saudi menyebutkan bahwa umat Islam di seluruh dunia memperingati hari tersebut dengan berpuasa dan berdoa.[2][3]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Hari Arafah di Libya:
- Law No. (5) of 2012 on official holidays- DCAF Legal Databases
- الدبيبة يصدر قراراً بتحديد عطلتَي الوقوف بعرفة وعيد الأضحى لهذا العام- Libyan News Agency
- Balady Atlas | Mapping Hajj- Balady Atlas, in collaboration with Méridien