Tahun Baru Masehi di Korea Selatan
Tahun Baru Masehi di Korea Selatan jatuh pada 1 Januari, hari pertama kalender Gregorian. Tanggal ini merupakan hari libur umum bagi kantor pemerintah, dan banyak orang menandai pagi hari dengan menyaksikan matahari terbit pertama tahun itu; Seollal, Tahun Baru lunar, tetap menjadi hari libur tradisional yang lebih penting di negara ini.[1][2]
Hari libur umum dalam kalender matahari
Korea Selatan secara resmi menggunakan kalender Gregorian, sedangkan hari libur tradisional seperti Seollal mengikuti kalender lunar. Perbedaan ini menempatkan 1 Januari dan Seollal pada posisi yang berbeda dalam kalender: yang satu mengawali tahun Gregorian, sedangkan yang lain merupakan Tahun Baru lunar dan hari libur keluarga yang penting.[2]
Keputusan Presiden tentang Hari Libur Umum mencantumkan 1 Januari sebagai hari libur bagi kantor pemerintah. Ketentuan hari penggantinya tidak mencakup 1 Januari, sehingga jika tanggal tersebut jatuh pada akhir pekan, keputusan itu tidak menetapkan hari pengganti.[1]
Matahari terbit dan awal tahun
Menyaksikan matahari terbit pertama merupakan kegiatan Tahun Baru yang lazim di Korea Selatan. Organisasi Pariwisata Korea menyebutkan bahwa orang-orang bepergian ke kawasan pesisir dan pegunungan untuk melihatnya. Banyak pengunjung menyampaikan harapan pribadi saat menyambut tahun baru.[2]
Di Seoul, lonceng di Menara Lonceng Bosingak dibunyikan pada tengah malam tanggal 1 Januari. Orang-orang berkumpul di sekitarnya untuk menyambut tahun baru dan menyampaikan harapan. Situs tersebut dahulu dikaitkan dengan lonceng penunjuk waktu pada masa Joseon; upacara lonceng Tahun Baru saat ini merupakan acara berkumpulnya masyarakat di menara bersejarah itu.[3]
Pesisir timur dan Homigot di Pohang termasuk tempat yang dikenal untuk menyaksikan matahari terbit. Daftar Organisasi Pariwisata Korea tentang Homigot menguraikan acara Tahun Baru di sana, termasuk pertunjukan, kembang api, dan konser saat matahari terbit. Program tertentu dapat berubah, jadi wisatawan sebaiknya memeriksa pengumuman setempat sebelum menyusun rencana.[4]
Perbedaannya dengan Seollal
Tanggal 1 Januari bukan perayaan utama untuk adat Tahun Baru tradisional di Korea Selatan. Organisasi Pariwisata Korea menyebut Seollal lebih penting daripada 1 Januari dan mengaitkannya dengan kunjungan keluarga, permainan tradisional, serta makanan seperti tteokguk, atau sup kue beras. Adat Seollal tersebut tidak dapat dianggap sebagai tradisi 1 Januari yang berlaku umum.[2]
Hal yang perlu diketahui saat hari libur
Menurut Organisasi Pariwisata Korea, kantor pemerintah dan bank tutup pada hari libur resmi Korea. Istana, museum, pusat perbelanjaan, dan fasilitas hiburan umumnya tetap buka, meski jam buka dapat berbeda di setiap tempat. Keputusan hari libur umum berlaku bagi kantor pemerintah; pengaturan hari libur di sektor swasta diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan dan peraturan tempat kerja yang berlaku.[1][2]
Destinasi untuk menyaksikan matahari terbit dan upacara dapat dipadati pengunjung, jadi periksa jadwal transportasi dan informasi acara setempat sebelum bepergian.[2][3]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah 1 Januari merupakan hari libur umum di Korea Selatan?
Apakah Korea Selatan menetapkan hari pengganti jika 1 Januari jatuh pada akhir pekan?
Keputusan tersebut tidak menetapkan hari pengganti untuk 1 Januari. Ketentuannya berlaku bagi hari libur tertentu, dan 1 Januari tidak termasuk di antaranya.[1]
Apa yang dilakukan orang pada Tahun Baru Masehi?
Apakah toko dan objek wisata buka?
Kantor pemerintah dan bank tutup, sementara istana, museum, pusat perbelanjaan, dan fasilitas hiburan umumnya tetap buka pada hari libur resmi. Periksa jam buka masing-masing tempat.[2]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Tahun Baru Masehi di Korea Selatan:
- 관공서의 공휴일에 관한 규정- National Law Information Center, Ministry of Government Legislation
- Public Holidays- Korea Tourism Organization
- Bosingak Belfry (보신각 터)- Korea Tourism Organization
- Homigot Sunrise Festival (호미곶 한민족 해맞이축전)- Korea Tourism Organization