Maulid Nabi Muhammad (Mawlid) di Komoro
Di Komoro, Mawlid memperingati kelahiran Nabi Muhammad dan merupakan hari libur nasional di seluruh negeri. Kajian tentang Komoro menggambarkannya sebagai perayaan keagamaan sekaligus acara sosial yang diselenggarakan di kota dan desa.[1][2]
Makna dan perayaan di Komoro
Mawlid menandai kelahiran Nabi. Bagi umat Islam Sunni, perayaan ini berlangsung pada 12 Rabiulawal, tanggal dalam kalender Islam yang jatuh pada tanggal Masehi berbeda setiap tahun.[3]
Sebuah kajian tentang praktik di Komoro menjelaskan upacara yang diselenggarakan dengan mengacu pada Maulid al-Barzandji, teks tentang Nabi yang banyak digunakan di kawasan Samudra Hindia. Kajian tersebut menggambarkan pertemuan ini sebagai liturgi sosial yang menyatukan masyarakat dalam kehidupan desa maupun perkotaan.[2]
Perayaan ini memiliki dimensi nasional sekaligus berupa pertemuan setempat: kajian yang sama mencatat adanya “mawlid pemerintah” yang terorganisasi. Kajian tersebut tidak menggambarkan satu rangkaian acara seragam untuk setiap pulau atau komunitas, sehingga upacara dapat berbeda di tiap tempat.[2]
Hari libur berbayar di seluruh negeri
Sebuah dekret presiden mencantumkan hari kelahiran Nabi Muhammad sebagai salah satu hari libur keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur berbayar dan nonkerja di seluruh Uni Komoro. Hari libur ini berlaku kecuali bagi perusahaan dan kategori pekerja yang kegiatannya tidak dapat dihentikan; dekret tersebut menyatakan kementerian terkait menetapkan kategori yang boleh tetap bekerja.[1]
Dekret tersebut memungkinkan hari kerja di antara hari libur tertentu atau antara hari libur dan akhir pekan ditetapkan sebagai hari libur berbayar dan nonkerja; dekret itu tidak menetapkan aturan penggantian akhir pekan secara otomatis.[1]
Hal yang perlu diketahui
Bagi warga, status hukum ini berarti kegiatan kerja biasa umumnya dihentikan pada hari libur tersebut, dengan tunduk pada pengecualian dalam dekret. Periksa langsung dengan penyedia layanan terkait sebelum membuat rencana.[1]
Maulid Nabi Muhammad (Mawlid) adalah hari libur umum di Komoro yang diperingati umat Islam untuk menandai kelahiran Nabi Muhammad.[1][2]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Mawlid merupakan hari libur umum di Komoro?
Ya. Sebuah dekret menetapkan hari kelahiran Nabi Muhammad sebagai hari libur umum berbayar dan nonkerja di seluruh Uni, dengan pengecualian bagi pekerjaan yang tidak dapat dihentikan.[1]
Kapan Mawlid diperingati?
Mawlid diperingati pada 12 Rabiulawal. Karena tanggal ini mengikuti kalender Islam, tanggal Masehinya berbeda setiap tahun.[3]
Apakah semua pekerja mendapat hari libur?
Dekret menetapkan hari libur berbayar dan nonkerja, kecuali bagi perusahaan dan kategori pekerja yang kegiatannya tidak dapat dihentikan. Kategori yang diizinkan untuk tetap bekerja ditentukan melalui keputusan menteri.[1]
Apakah bank, toko, dan layanan transportasi buka?
Periksa langsung kepada masing-masing penyedia sebelum membuat rencana.
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Maulid Nabi Muhammad (Mawlid) di Komoro:
- Décret N°25-147PR du 19 déc 2025 fixant la liste des jours fériés, chômés et payés en Union des Comores- Présidence de l’Union des Comores (decree hosted by Munganyo)
- Islam et société au sud du Sahara, n° 13/1999- Éditions de la Maison des sciences de l'homme
- Understanding a diaspora through Lamu Maulid- COMPAS, University of Oxford