Iduladha di Guyana
Iduladha, yang juga disebut Eid-ul-Azha dalam hukum Guyana, tercantum sebagai hari libur umum dalam Undang-Undang Hari Libur Umum. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa jika hari ini jatuh pada hari Minggu, peringatannya dipindahkan ke hari berikutnya.[1]
Makna dan kalender
Iduladha dikenal sebagai Hari Raya Kurban dan memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk menaati Tuhan. Departemen Informasi Publik Guyana menjelaskan bahwa hari ini jatuh pada hari kesepuluh bulan terakhir dalam kalender lunar Islam; tanggalnya bergantung pada penampakan bulan setelah ibadah haji.[2]
Makna hari raya ini di Guyana diwujudkan melalui ibadah dan berbagi. Dalam sebuah laporan pemerintah, seorang perwakilan komunitas Muslim menjelaskan bahwa kurban merupakan tindakan spiritual dan dagingnya dibagi menjadi beberapa bagian, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang membutuhkan.[2]
Cara masyarakat memperingatinya di Guyana
Laporan pemerintah menggambarkan salat Id berjemaah yang dilanjutkan dengan kurban, yaitu penyembelihan hewan ternak secara ritual. Di Georgetown, Organisasi Islam Pusat Guyana dan Organisasi Pemuda Muslim menjadi tempat pelaksanaan salat, kurban, dan pembagian daging kepada mereka yang membutuhkan.[2][3]
Sebuah laporan dari Masjid Queenstown menggambarkan jemaah berkumpul di tempat ibadah, saling mengucapkan salam, dan berbagi dengan orang lain. Laporan itu juga menyebut hewan ternak seperti domba, sapi, unta, atau kambing digunakan untuk kurban; praktiknya dapat berbeda di antara keluarga dan komunitas.[3]
Pembagian daging menjangkau mereka di luar komunitas Muslim. Kantor Presiden melaporkan bahwa umat Muslim Guyana membagikan daging kepada orang-orang yang membutuhkan, dan mengutip seorang perwakilan komunitas yang menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan tanpa memandang agama.[3]
Hari libur umum dan dampak praktis
Undang-Undang Hari Libur Umum mendefinisikan hari libur umum sebagai hari yang diperlakukan sebagai hari libur oleh bank, lembaga pendidikan, kantor publik, dan departemen pemerintah. Undang-undang tersebut mencantumkan Eid-Ul-Azha di antara hari libur tersebut, sehingga lembaga-lembaga ini pada umumnya libur pada hari itu, dengan tunduk pada ketentuan yang mengizinkan pengecualian bagi sejumlah kantor atau departemen pemerintah.[1]
Undang-undang juga menyatakan bahwa jika Eid-Ul-Azha jatuh pada hari Minggu, peringatannya dipindahkan ke hari berikutnya. Undang-undang itu mempertahankan keberlakuan Undang-Undang Pertokoan, sehingga hukum hari libur umum saja tidak menetapkan bahwa setiap toko tutup. Periksa jam buka toko dan pengaturan transportasi kepada operator sebelum bepergian.[1]
Pertanyaan umum
Apakah Iduladha merupakan hari libur umum di Guyana?
Ya. Undang-Undang Hari Libur Umum mencantumkan Eid-Ul-Azha sebagai hari libur umum dan mendefinisikan hari libur umum sebagai hari libur bagi bank, lembaga pendidikan, kantor publik, dan departemen pemerintah.[1]
Kapan Iduladha jatuh?
Hari ini diperingati pada hari kesepuluh bulan lunar Islam terakhir. Tanggalnya bergantung pada penampakan bulan, sehingga berubah dari tahun ke tahun.[2]
Apakah ada hari pengganti jika jatuh pada hari Minggu?
Ya. Undang-Undang Hari Libur Umum Guyana menyatakan bahwa Eid-Ul-Azha diperingati pada hari berikutnya jika hari libur tersebut jatuh pada hari Minggu.[1]
Apakah toko dan transportasi umum buka?
Toko dan operator transportasi menetapkan jam operasional masing-masing, jadi tanyakan kepada mereka sebelum bepergian.
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Iduladha di Guyana:
- LAWS OF GUYANA — PUBLIC HOLIDAYS ACT — CHAPTER 19:07- Ministry of Legal Affairs, Guyana
- Muslims observe Eid-ul- Adha – the festival of sacrifice and commitment- Department of Public Information, Guyana
- Eid-ul-Adha – the commemoration of great sacrifice- Department of Public Information, Guyana