Iduladha (Eid al-Adha) di Brunei
Dikenal secara lokal sebagai Hari Raya Aidiladha, hari raya Islam ini diperingati pada 10 Zulhijah dan merupakan hari libur umum resmi di Brunei. Makna keagamaannya tercermin dalam salat dan korban, persembahan kurban yang berkaitan dengan kisah Ibrahim dan Ismail.[1][2][4]
Makna dan kedudukannya di Brunei
Dalam pesan Hari Raya, Sultan Brunei menggambarkan ‘Idil Adha sebagai peringatan keagamaan besar yang mengenang kesediaan Ibrahim dan putranya, Ismail, untuk menaati Tuhan. Pesan itu menyampaikan korban sebagai ibadah dan menganjurkan mereka yang mampu untuk berkurban.[1]
Panduan ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja mencantumkan Hari Raya Aidiladha sebagai salah satu hari libur umum di Brunei dan menyatakan bahwa pekerja berhak atas hari libur umum berbayar. Periksa pengaturan dengan pemberi kerja atau penyedia layanan Anda.[4]
Salat dan korban
Laporan Kementerian Hal Ehwal Ugama menggambarkan salat Id yang berlangsung di masjid, surau, dan balai ibadat di seluruh Brunei. Laporan tersebut juga mencatat Sultan bergabung dengan jemaah di Jame’ Asr Hassanil Bolkiah di Kiarong.[2]
Korban merupakan bagian utama peringatan. Otoritas agama Brunei menjelaskannya sebagai cara mengenang pengorbanan Ibrahim dan mengungkapkan ketaatan kepada Tuhan. Laporan mereka menggambarkan partisipasi masyarakat dan pembagian daging korban kepada orang yang membutuhkan, termasuk orang-orang yang tergolong miskin dan membutuhkan bantuan.[1][3]
Catatan resmi juga mendokumentasikan ceramah keagamaan dan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan korban. Salah satu laporan Kementerian Hal Ehwal Ugama mendokumentasikan forum yang diselenggarakan bersama anggota komite masjid dan jemaah di Distrik Brunei-Muara.[3]
Tanggal dan perencanaan praktis
Hari libur ini jatuh pada 10 Zulhijah dalam kalender Islam. Tanggal Gregorian-nya berubah, dan Kementerian Hal Ehwal Ugama Brunei mengumumkan tanggalnya setelah proses rukyatul hilal Zulhijah. Periksa pengumuman resmi untuk tanggal yang dipastikan setiap tahun.[2]
Untuk keperluan praktis, tanyakan langsung kepada kantor, usaha, atau operator transportasi yang akan Anda gunakan.[4]
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Hari Raya Aidiladha diperingati di Brunei?
Hari ini jatuh pada 10 Zulhijah. Tanggal Gregorian-nya berubah setiap tahun, dan otoritas agama Brunei mengumumkan tanggalnya setelah proses rukyatul hilal.[2]
Apakah ini hari libur umum berbayar?
Hari Raya Aidiladha tercantum sebagai salah satu hari libur umum di Brunei. Panduan Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa pekerja berhak atas hari libur umum berbayar; periksa pengaturan kerja Anda untuk rinciannya.[4]
Apa yang dapat dilihat pengunjung?
Apakah toko, bank, dan layanan transportasi buka?
Periksa jam buka toko, bank, atau operator transportasi yang bersangkutan sebelum membuat rencana.[4]
Sumber dan referensi
Sumber yang digunakan untuk Iduladha (Eid al-Adha) di Brunei:
- Titah Perutusan KDYMM Sempena Hari Raya ‘Idil Adha Tahun 1447H / 2026M- Prime Minister’s Office, Brunei Darussalam
- KEBAWAH DULI YANG MAHA MULIA PADUKA SERI BAGINDA SULTAN DAN YANG DI-PERTUAN NEGARA BRUNEI DARUSSALAM BERANGKAT MENUNAIKAN SEMBAHYANG SUNAT HARI RAYA AIDILADHA BAGI TAHUN 1447H/2026M- Ministry of Religious Affairs, Brunei Darussalam
- MAJLIS FORUM KELEBIHAN IBADAH KORBAN BAGI AHLI JAWATANKUASA TAKMIR MASJID, MUSLIMAH MASJID DAN JEMAAH MASJID DAERAH BRUNEI DAN MUARA- Ministry of Religious Affairs, Brunei Darussalam
- GUIDE TO BRUNEI EMPLOYMENT LAWS- Department of Labour, Government of Brunei Darussalam